Diskusi JMS Samarinda: Pemuda Bersuara, Tolak Golput Demi Demokrasi

Caption: Suasana kegiatan diskusi publik Tolak Golput.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Diskusi publik mengenai penolakan Golput (Golongan Putih) dalam rangka mendorong partisipasi pemilih muda di Pemilu 14 Februari 2024 telah berlangsung di Bagios Kafe Samarinda, Senin (12/2/2024).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jurnalis Millenial Samarinda (JMS) yang diketuai oleh Faisal. Diskusi tersebut dihadiri oleh narasumber utama, Tumenggung Udayana dari Bawaslu Kota Samarinda, dan Andy Akbar, seorang akademisi dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

Tema utama diskusi adalah penolakan terhadap praktik Golput dalam proses pemilihan umum.

Caption: Suasana kegiatan diskusi publik Tolak Golput.
Caption: Divisi PPDatin Bawaslu Kota Samarinda, Tumenggung Udayana.

Tumenggung Udayana dari Divisi PPDatin Bawaslu Kota Samarinda menjelaskan bahwa golput dapat merusak prinsip keadilan dalam pemilihan umum.

Berita Lainnya:  Kondisi Darurat Kebakaran Hutan: DPRD Provinsi Kaltim Dorong Peran Aktif Dunia Usaha

Ia menyoroti pentingnya menjaga integritas dan transparansi dalam setiap tahapan pemilu untuk memastikan bahwa suara setiap pemilih memiliki nilai yang sama.

“Tolak golput adalah langkah krusial untuk menjaga integritas pemilihan umum dan prinsip keadilan,” jelas Tumenggung Udayana.

Di sisi lain, Andy Akbar, akademisi dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, menggarisbawahi bahwa gol put tidak sesuai dengan prinsip demokrasi.

Andy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik tersebut. Menurutnya, golput tidak hanya merugikan proses demokrasi, tetapi juga menciptakan ketidaksetaraan di antara pemilih.

Berita Lainnya:  Pertamax Rusak di Samarinda? Pemkot Ungkap Hasil Uji BBM, Ada Kandungan Timbal & Benzena

”Partisipasi aktif pemuda sangat penting untuk memastikan Pemilu 14 Februari 2024 berlangsung adil dan demokratis,” katanya.

Diskusi ini dihadiri oleh pemuda-pemuda Samarinda, jurnalis dan narasumber berharap dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya partisipasi aktif dalam Pemilu 14 Februari 2024.

Acara tersebut memberikan platform bagi generasi muda untuk mendengarkan pandangan dan pemikiran dari para ahli di bidangnya.

Faisal, ketua Jurnalis Millenial Samarinda, menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya pemilih muda, tentang dampak negatif dari golput.

Berita Lainnya:  Komisi III Dukung Penuh Pemindahan Depo Pertamina Cendana

“Diskusi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengedukasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap integritas dan keberlangsungan demokrasi di negara ini,” tuturnya.

Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih muda, diskusi ini menjadi tonggak penting dalam mendekati Pemilu 14 Februari 2024. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang konsekuensi golput, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat berperan aktif dalam menjaga integritas dan keadilan dalam proses demokrasi.

 

Tim Redaksi Portalborneo.or.id/Frc

 

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.