Portalborneo.id, Tenggarong — Proses pencairan sisa Beasiswa Kukar Idaman tahap dua semakin jelas setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kukar 2025 disahkan dengan nilai Rp11,3 triliun.
Berangkat dari anggaran tersebut, Pemkab Kukar memastikan alokasi Rp16 miliar telah tersedia khusus untuk pembayaran beasiswa.
Kepala Bagian Kesejahteraan (Kesra) Setkab Kukar, Dendi Jadi, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempercepat penyelesaian administrasi pencairan.
Proses Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) tengah berlangsung dan ditargetkan selesai Senin, 17 November 2025.
“Hari ini kami sedang memproses SPP dan SPM yang terhitung per 17 November 2025. Setelah ditandatangani, Insya Allah pada hari itu juga langsung kami ajukan ke BPKAD untuk proses SP2D,” jelas Dendi.
Setelah SP2D diterbitkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), proses akan dilanjutkan ke Bank Kaltimtara untuk penyaluran ke rekening para mahasiswa penerima.
Dendi menyebutkan bahwa terdapat 4.015 penerima, dan penyaluran akan dilakukan bertahap mengingat jumlah rekening yang besar.
“Kalau tidak ada halangan, Senin–Selasa sudah mulai berproses masuk ke Bank Kaltimtara. Penyalurannya bertahap karena rekening penerimanya banyak. Secara normatif, Selasa sudah bisa masuk,” terangnya.
Ia menegaskan, meskipun akhir pekan merupakan hari libur, tim Kesra tetap bekerja untuk memastikan pencairan dapat segera dilakukan.
“Bagian Kesra sudah bekerja maksimal untuk menyelesaikan pencairan tahap dua sisa kemarin,” tambahnya.
Dengan anggaran yang sudah tersedia dan proses administrasi yang terus dikebut, Pemkab Kukar optimistis dana beasiswa mulai dapat masuk ke rekening penerima pada awal pekan depan.
“Kita upayakan, Senin atau Selasa sudah ada sebagian yang masuk. Yang jelas anggaran Rp16 miliar sudah siap, Insya Allah segera terealisasi,” tutup Dendi.
Tim Redaksi

