Pemanfaatan Dana Desa Menunjang Ketahanan Pangan

Caption: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-PEMDES) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto

Portalborneo.id, Samarinda – Mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri, sejahtera, dan tangguh, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan strategi pemanfaatan Dana Desa 2025 melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-PEMDES).

Pemprov Kaltim memastikan alokasi dana sebesar Rp 8,049 triliun diarahkan untuk program prioritas Jaminan Sosial dan Pembangunan (JOSP0L).

Kepala DPM-PEMDES Kaltim, Puguh Harjanto, menjelaskan bahwa fokus utama pemanfaatan dana tahun depan adalah memperkuat ketahanan pangan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat desa.

Menurutnya, JOSP0L menjadi kerangka baru untuk memastikan Dana Desa tidak lagi hanya untuk membangun infrastruktur dasar, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Berita Lainnya:  Desa Muara Siran, Contoh Desa Kreatif Turut Mendukung Penurunan Emisi Karbon di Kaltim

“Dengan JOSP0L, Dana Desa tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan ketahanan ekonomi desa,” ujar Puguh.

Pada 2025, Dana Desa disalurkan ke 841 desa di Benua Etam, dengan program yang dirancang untuk mempersiapkan desa menghadapi berbagai tantangan ekonomi-sosial di masa depan. Prioritas tersebut meliputi:

  • Penguatan ketahanan pangan nabati, melalui pembangunan lumbung pangan desa dan peningkatan produktivitas pertanian.
  • Pencegahan stunting dan peningkatan gizi bagi ibu hamil, menyusui, dan anak balita.
  • Percepatan eliminasi TBC melalui layanan kesehatan berbasis desa.
  • Pemberian BLT untuk menurunkan angka kemiskinan absolut.
  • Pembangunan sarana prasarana desa yang mendukung infrastruktur berkelanjutan.
Berita Lainnya:  Poltekkes Kemenkes Kaltim Rutin Pengabdian pada Masyarakat: Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Distribusi Dana Desa di kabupaten/kota dilakukan secara proporsional dan strategis, yakni:

  • Paser 139 desa – Rp 124,5 miliar
  • Kutai Kartanegara 193 desa – Rp 200,5 miliar
  • Berau 100 desa – Rp 101,5 miliar
  • Kutai Barat 190 desa – Rp 151,3 miliar
  • Kutai Timur 139 desa – Rp 150,3 miliar
  • Penajam Paser Utara 30 desa – Rp 29,4 miliar
  • Mahakam Ulu 50 desa – Rp 52,2 miliar

Lebih jauh, pemberdayaan masyarakat melalui BUMDes menjadi agenda penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama dalam pengembangan pariwisata desa.

Berita Lainnya:  2 OPD Pemkot Samarinda Raih Penghargaan Nasional

Upaya ini diharapkan menciptakan peluang usaha baru, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan desa secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan Dana Desa yang lebih terarah dan berbasis JOSP0L, Pemprov Kaltim menargetkan desa-desa di Benua Etam mampu memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Generasi Emas Kaltim di masa mendatang.

Tim Redaksi/15/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.