Kesbangpol Perkuat Harmoni Sosial 2026

Caption: Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol Kaltim, Tri Atmaji,

Portalborneo.id, Samarinda – Demi menjaga stabilitas sosial di Kalimantan Timur, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim tengah merampungkan rangkaian program yang menitikberatkan pada penguatan moderasi beragama, pembinaan organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga peningkatan kapasitas pemuda.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Ormas Kesbangpol Kaltim, Tri Atmaji, menegaskan bahwa arah kebijakan ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap program strategis Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dalam menjaga harmoni masyarakat melalui Jos Pol.

“Kesbangpol selalu berdiri di garda depan untuk kerukunan. Forum KUB tetap kami perkuat dan tahun depan kami bergerak lebih intens,” ujar Tri.

Berita Lainnya:  Wisata Alam Susur Sungai Mahakam Samarinda Tenggarong

Kesbangpol menyiapkan dua agenda unggulan yang diyakini menjadi motor ketahanan sosial di Kaltim: pelatihan mediator profesional kerukunan umat beragama serta training of trainer (ToT) moderasi beragama.

Program ini tidak hanya memperkuat forum resmi, tetapi juga menciptakan jaringan SDM yang mampu menyelesaikan perbedaan secara damai sebelum menjadi konflik.

Tri menyebutkan, kebutuhan mediator dan trainer moderasi semakin tinggi karena dinamika masyarakat semakin cepat berubah.

“Bukan hanya forum yang dibutuhkan, tetapi orang-orang yang mampu meredam ketegangan sosial dengan cara yang tepat,” jelasnya.

Kesbangpol juga mempertahankan program-program kepemudaan, seperti pendidikan politik bagi pemilih pemula dan pelatihan Paskibraka.

Berita Lainnya:  Pra HUT Ke-23 Tahun, LPADKT-KU Gelar Pensi Budaya dan Bagikan Ribuan Sembako Di Desa Pampang

Menurut Tri, pembinaan pemuda bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang melek demokrasi dan peka terhadap isu kebangsaan.

Kaltim memiliki sekitar 3.000 ormas, dengan 1.000 di antaranya aktif. Banyaknya organisasi inilah yang mendorong Kesbangpol memperkuat pembinaan agar ormas tidak lagi dipandang negatif oleh publik.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa ormas itu bukan ancaman. Mereka punya kegiatan positif dan perlu mendapat ruang tampil,” tegas Tri.

Selama setahun terakhir, Kesbangpol telah menggelar Expo Ormas, Ormas Award, dan Coffee Morning Ormas sebanyak enam kali. Program-program ini menjadi wadah dialog lintas organisasi sekaligus cara memperlihatkan kiprah ormas yang selama ini jarang terekspos.

Berita Lainnya:  Memperkokoh Infrastruktur Politik, DPC Gerindra Samarinda Makin Percaya Diri

Menyoal isu yang sempat ramai tentang ormas yang disebut melakukan tekanan kepada wartawan, Tri menegaskan perlunya verifikasi sebelum mengambil kesimpulan.

“Informasi dari media sosial belum tentu benar. Tapi kami tetap mengingatkan ormas untuk bijak dalam berpendapat. Itu bagian dari pembinaan kami,” katanya.

Kesbangpol Siap Masuk 2026 dengan Agenda yang Lebih Terukur. Dengan agenda yang semakin tertata dan arah yang semakin jelas, Kesbangpol Kaltim menargetkan 2026 sebagai tahun penguatan harmoni sosial, perbaikan citra ormas, dan peningkatan kesadaran kebangsaan masyarakat.

 

Tim Redaksi/32/ Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.