Bimtek Ketahanan Pangan Kukar Dibuka, Aparat Desa Didorong Tingkatkan Kapasitas

Portalborneo.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menggerakkan program penguatan ketahanan pangan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan dan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Kegiatan itu dibuka pada Jumat, 24 Oktober 2025, di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong. Upaya ini dirancang untuk memperkuat peran desa dalam menjaga kemandirian pangan daerah. Pemerintah menilai kolaborasi antarperangkat desa sangat diperlukan agar program berbasis pangan berjalan efektif.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa Bimtek tersebut menjadi bagian dari agenda peningkatan kapasitas aparatur desa. Menurutnya, para kepala desa, pengurus koperasi, dan BPD harus memahami pengelolaan potensi ekonomi lokal secara lebih profesional. Ia menegaskan, “Hari ini kita mengadakan pembimbingan teknis peningkatan kapasitas untuk kepala desa dan pengurus koperasi, dalam rangka ketahanan pangan.” Peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan itu pada pengembangan usaha masyarakat.

Berita Lainnya:  Afif Tampung Keluhan Warga Sempaja Barat Saat Reses Masa Sidang III Tahun 2022

Pembentukan Koperasi Merah Putih juga menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Sunggono menerangkan bahwa keberadaan koperasi tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat. Ia menyebut, koperasi itu dirancang sebagai wadah integrasi usaha ekonomi desa untuk memperkuat ketahanan pangan. “Kegiatan ini diantaranya sebagai bentuk respon kita dari rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dasar kebijakan tersebut berasal dari target kinerja Kemendagri. Pemerintah daerah, kata Sunggono, bertugas memastikan agar praktik koperasi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat desa. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa koperasi berbasis potensi lokal harus mampu mendorong produktivitas masyarakat. “Ini bagian dari target kinerja pemerintah pusat, karena sumbernya berasal dari Kemendagri,” jelasnya.

Berita Lainnya:  Sosialisasi Teknologi Digital untuk Pemuda Kaltim Sambut Era IKN 2025

Bimtek ini dijadwalkan berlangsung dalam tiga angkatan dan melibatkan seluruh aparatur desa di Kukar. Pemerintah ingin para peserta memiliki sudut pandang yang seragam mengenai konsep Koperasi Merah Putih. Menurut Sunggono, pemahaman bersama diperlukan agar pengembangan usaha desa dapat dilakukan lebih terarah. “Kita harapkan mereka punya kesamaan persepsi tentang seperti apa esensi Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Selain membahas koperasi, Sunggono juga menyoroti pentingnya dukungan desa terhadap program MBG (Makan Bergizi Gratis). Ia menilai, kebutuhan bahan pangan program tersebut dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat. “MBG ini membutuhkan sumber pangan baru. Jangan sampai program ini justru menurunkan tingkat ketahanan pangan yang selama ini sudah kita jaga,” tegasnya.

Berita Lainnya:  Perkuat Barisan, Satpol PP Kutim Rekrut 50 Personel Baru Bantu Kawal Ketertiban Daerah

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan agar pasokan lokal tetap terpenuhi. Selain itu, produksi yang memadai juga dibutuhkan demi mendukung kebutuhan MBG. “Kita minta masyarakat lebih giat berproduksi. Jadi, kebutuhan pangan masyarakat bisa terpenuhi, dan kebutuhan MBG juga bisa dipenuhi,” pungkasnya. Pemerintah berharap desa-desa di Kukar mampu mandiri dan produktif melalui program koperasi tersebut.

Program ini disebut sebagai strategi Pemkab Kukar dalam menyinergikan kebijakan ekonomi desa dengan arah pembangunan nasional. Melalui penguatan struktur ekonomi berbasis koperasi, pemerintah daerah mendorong desa agar berdaulat pangan. Bimtek ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dalam jangka panjang.

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.