Masuki Puncak Musim Hujan, BPBD Kutim Kerahkan Imbauan Keselamatan ke Seluruh Kecamatan

Portalborneo.id, Kutai Timur – Menghadapi meningkatnya potensi cuaca ekstrem pada penghujung 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah cepat dengan menyebarkan sepuluh imbauan keselamatan kepada masyarakat.

Kebijakan ini dikeluarkan menyusul analisis meteorologi yang menunjukkan potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang dalam beberapa bulan ke depan.

“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. Karena itu, kewaspadaan publik harus ditingkatkan,” tutur Kepala BPBD Kutim, Sulastin, Senin (10/11/2025).

Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari imbauan ini adalah memastikan masyarakat memahami langkah-langkah dasar ketika menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan.

Berita Lainnya:  DPRD Samarinda Dorong Dunia Kerja Inklusif, Disabilitas Harus Diberi Ruang Setara

BPBD Kutim merinci sepuluh imbauan yang perlu diperhatikan masyarakat, antara lain tetap tenang saat hujan lebat, menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame, serta memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat.

Imbauan juga mengajak warga menjauhkan kendaraan dari pohon atau tiang listrik demi mencegah risiko tertimpa material tumbang akibat angin kencang.

“Kami ingin warga lebih siap, lebih tenang, dan tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat akibat cuaca ekstrem,” ujar Sulastin.

Selain itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar mengamankan barang berharga dan segera mematikan arus listrik ketika rumah mulai tergenang air.

Berita Lainnya:  Langkah Samsun Ingatkan Masyarakat Kaltim Akan Pentingnya Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika

Langkah sederhana ini disebut mampu mengurangi risiko korsleting maupun kejadian yang membahayakan keselamatan keluarga.

Informasi resmi terkait perkembangan cuaca juga harus dipantau secara berkala melalui kanal resmi BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.

BPBD menekankan pentingnya menghindari penyebaran informasi palsu atau hoaks, khususnya yang berkaitan dengan bencana.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar mematuhi instruksi petugas apabila dilakukan evakuasi sementara.

Kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia diminta untuk selalu berada di lokasi aman selama kondisi cuaca tidak stabil.

Upaya kolektif melalui gotong royong juga didorong sebagai bagian dari mitigasi risiko bencana di lingkungan masing-masing.

Berita Lainnya:  Kukar Raih Kesuksesan, Tidak Satu Pun Desa yang Tertinggal

Untuk memastikan pesan keselamatan tersampaikan secara luas, BPBD Kutim menyebarkan imbauan tersebut melalui videotron yang tersebar di seluruh kecamatan serta area perkotaan Sangatta.

Selain videotron, pemasangan banner imbauan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk simpang empat Telkom Sangatta dan beberapa ruang publik lain yang memiliki mobilitas tinggi.(ADV)

Loading

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.