Pemkab Kutim Maksimalkan Cap Jempol Demi Pastikan Semua Anak Kembali Bersekolah

Portalborneo.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memaksimalkan pelaksanaan layanan Cara Pelayanan Jemput Bola Warga Belajar Program Pendidikan Nonformal (Cap Jempol) untuk memastikan seluruh anak kembali memperoleh akses pendidikan.

Program jemput bola ini dirancang khusus guna menangani peserta didik yang berhenti sekolah atau belum pernah tersentuh layanan pendidikan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menilai Cap Jempol menjadi solusi efektif dalam menjangkau anak-anak dari keluarga rentan maupun pemukiman terpencil.

“Cap Jempol harus benar-benar hadir sebagai layanan yang aktif menjemput warga belajar. Tidak ada alasan anak tidak kembali bersekolah,” tuturnya.

Berita Lainnya:  Sebanyak 99 Warga Kukar Dibekali Sertifikasi Kerja Bertaraf Internasional

Keberhasilan program bergantung pada kemampuan petugas mendata dan melacak anak yang tidak sekolah secara tepat.

Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa Cap Jempol memfasilitasi proses asesmen minat dan kemampuan anak sebelum mengarahkan mereka ke program kesetaraan atau reintegrasi kembali ke sekolah formal.

Seluruh kegiatan dalam Cap Jempol telah digratiskan oleh pemerintah daerah, mulai dari pendampingan, modul pembelajaran, hingga proses asesmen.

“Dengan layanan gratis, tidak ada lagi hambatan biaya bagi masyarakat,” kata Ardiansyah.

Program ini juga didukung oleh pemerintah desa dan ketua RT sebagai mitra di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Berita Lainnya:  Samarinda Kian Maju, Proyek Infrastruktur Bukan Lagi Sekadar Janji

Sejumlah wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau telah mulai tercover layanan Cap Jempol setelah peningkatan mobilitas tim pendidikan.

Pemkab Kutim menargetkan penurunan signifikan angka putus sekolah dalam satu tahun ke depan melalui penguatan program Cap Jempol.(ADV)

Loading

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.