
Portalborneo.id, Kutai Timur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat prestasi membanggakan pada ajang PENARI 2025 (Sepekan Mengejar Imunisasi) setelah dua puskesmas dari daerah ini keluar sebagai yang terbaik pada dua kategori berbeda.
Puskesmas Sangatta Utara meraih peringkat pertama untuk kategori wilayah perkotaan, sedangkan Puskesmas Kongbeng menempati peringkat pertama pada kategori pedesaan, terpencil, dan sangat terpencil. Dua capaian ini memberikan dorongan positif bagi Dinkes Kutim dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menilai prestasi tersebut membuktikan bahwa semua jajaran telah bekerja secara optimal, baik dari sisi pendataan, pelayanan, hingga edukasi kepada masyarakat.
“Prestasi ini adalah buah kerja keras bersama. Seluruh jajaran puskesmas menunjukkan dedikasi luar biasa,” ujarnya.
Menurut Sumarno, salah satu strategi yang menjadi kunci keberhasilan adalah pendekatan proaktif petugas ke rumah-rumah sasaran dengan memprioritaskan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Selain itu, Dinkes Kutim memastikan distribusi vaksin berjalan lancar ke seluruh puskesmas sehingga tidak terjadi kekurangan logistik saat pelaksanaan program. Hal ini penting agar pelayanan tetap berjalan tanpa hambatan.
Puskesmas di wilayah pedesaan menghadapi tantangan berat seperti jarak tempuh jauh dan akses terbatas, namun hal itu tidak mengurangi semangat petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan. Sebaliknya, inovasi strategi lapangan menjadi lebih kreatif.
Puskesmas di wilayah perkotaan juga tak kalah aktif dengan melakukan pendataan ulang serta memobilisasi masyarakat melalui kelompok ibu dan kader kesehatan.
Kegiatan edukasi publik turut memperkuat penerimaan masyarakat terhadap imunisasi.
Sumarno berharap capaian PENARI 2025 menjadi pemantik semangat seluruh puskesmas. “Ini bukan akhir, tetapi langkah awal untuk pelayanan imunisasi yang lebih kuat dan lebih merata,” tegasnya. (ADV)

