Kaltim Jajaki Wisata Akuatik, Daya Tarik Investasi Jadi PR

Caption: COntoh wisata akuatik BXSea Bintaro Jakarta, sumber foto pribadi

Portalborneo.id, Samarinda – Wacana pengembangan wisata alternatif berupa akuarium raksasa atau wahana akuatik modern kembali mengemuka di Kalimantan Timur.

Dalam forum bincang pariwisata terbaru, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn, memaparkan bahwa provinsi ini memiliki peluang besar untuk menghadirkan destinasi wisata buatan yang mengangkat kekayaan laut Kaltim.

Hingga kini upaya tersebut belum dapat bergerak maju secara signifikan. “Kita ini wilayah pesisir, lautnya luas, ekosistemnya kaya. Kalau ada akuarium modern seperti yang di Jakarta itu, tentu sangat potensial,” kata Ririn.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa hambatan terbesar justru terletak pada ketiadaan lahan milik pemerintah provinsi yang siap ditawarkan kepada investor. “Tanah yang bisa langsung diberikan ke investor itu belum ada. Mereka butuh lahan yang aman dan tidak bermasalah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa investor—termasuk dari luar negeri—sudah mulai menunjukkan minat melalui kerja sama penjajakan dengan PT SPV. Tetapi tanpa kepastian lahan, pembahasan tak bisa ditindaklanjuti.

Berita Lainnya:  Jelang Musda II, Jerin Siap Maju Sebagai Calon Ketua SMSI Kaltim

“Investor maunya yang sudah bersih dan siap bangun. Nah, kita belum punya itu,” tambahnya.

Ririn juga mengingat masa lalu ketika sebuah lembaga media nasional pernah mengusulkan pembangunan fasilitas serupa dan menuai perhatian publik. Namun rencana tersebut akhirnya tidak pernah terlaksana.

“Dulu sempat heboh, bahkan media lokal menulisnya bertahun-tahun. Tapi ya tidak sampai jadi bangunan,” ujarnya.

Dalam forum yang sama, seorang praktisi sekaligus dosen pariwisata dari Politeknik Negeri Samarinda menyoroti isu tersebut dari sisi ekonomi dan keberlanjutan.

Menurutnya, sebelum memikirkan siapa investor yang akan masuk, hal yang lebih fundamental adalah memastikan apakah destinasi seperti itu memang layak secara bisnis.

“Pemerintah mau bangun sendiri? Berapa usaha pemerintah yang benar-benar menghasilkan? Hampir tidak ada,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan keunikan daya tarik yang akan ditawarkan. “Wisatawan akan bertanya: kenapa harus ke Samarinda untuk lihat akuarium? Kalau ada tempat lain yang fasilitasnya lebih besar dan tiketnya lebih murah, mereka tentu memilih tempat lain,” jelasnya.

Berita Lainnya:  Wali Kota Samarinda Pimpin Pasukan Persiapan Pemilu 2024

Ia menegaskan bahwa pola pikir pengembangan pariwisata di daerah harus berubah. “Kita ini produsen. Wisata itu bukan tentang apa yang kita suka, tetapi apa yang dibutuhkan wisatawan. Kalau mindset-nya masih kita sebagai wisatawan, produk yang dibangun takkan tepat sasaran,” katanya.

Menurut sang akademisi, Kaltim seharusnya lebih berfokus pada keunggulan yang sudah dimiliki, termasuk kualitas infrastruktur. Ia mencontohkan jalan tol Balikpapan–Samarinda yang kini bukan sekadar akses, tetapi telah menjadi bagian dari perjalanan wisata masyarakat.

“Rest area itu sendiri sekarang jadi destinasi singgah. Orang berhenti bukan hanya karena butuh, tapi karena memang menikmati perjalanannya,” tuturnya.

Ia menilai Samarinda kini semakin siap menjadi pusat kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), yang justru lebih menguntungkan secara ekonomi dibandingkan destinasi wisata massal.

Berita Lainnya:  DPRD Kaltim Mendesak Aplikator Ojek Online Sesuaikan Tarif dengan SK Gubernur

“Ketika pertemuan nasional digelar di sini, uang dari luar daerah akan dibelanjakan di Samarinda. Itulah pariwisata yang sering dilupakan,” tegasnya.

Diskusi tersebut menyiratkan bahwa peluang Kaltim membangun wisata akuatik modern memang ada, tetapi membutuhkan langkah strategis, bukan sekadar mengikuti tren daerah lain. Hal yang harus dibenahi meliputi: penyediaan lahan investasi yang benar-benar bersih, penguatan identitas pariwisata lokal, peningkatan infrastruktur pendukung, dan analisis pasar yang akurat agar fasilitas tidak berujung mangkrak. Ririn menutup pemaparan dengan optimisme bahwa peluang tetap terbuka.

“Semoga suatu saat ada jalan. Saya yakin potensi kita besar,” ujarnya.

Dengan perbaikan strategi dan kesiapan infrastruktur, Kaltim berpotensi melahirkan destinasi akuatik modern yang tidak hanya menjadi ikon baru, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan.

Tim Redaksi/79/ Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.