Proyeksi APBD Kutim 2026 Sentuh Angka Rp 5,73 Triliun: Fokus Infrastruktur dan Program Unggulan

Portalborneo.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur telah menyelesaikan penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.

​Proyeksi APBD 2026 mengalami kenaikan signifikan setelah melalui serangkaian pembahasan. Awalnya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan usulan sebesar Rp 4,8 triliunan.

​Namun, setelah proses pembahasan internal, proyeksi anggaran tahun 2026 disepakati mengalami peningkatan hingga mencapai angka Rp 5,73 triliun.

​Angka fantastis ini dikonstruksi dari beberapa sumber pendapatan. Komponen utamanya terdiri dari pendapatan transfer sebesar Rp 5,21 triliun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 431 miliar, dan pendapatan lain-lain sejumlah Rp 91,9 miliar.

Berita Lainnya:  Basket 3x3 Jadi Ajang Konsolidasi Atlet Muda Kaltim Menuju Prestasi Nasional

​Meski proyeksi APBD 2026 menunjukkan penurunan tipis dibandingkan tahun 2025, Bupati Ardiansyah memastikan bahwa seluruh program unggulan daerah tetap akan berjalan sesuai rencana.

​Ia mencontohkan beberapa program strategis yang dijamin keberlanjutannya. Program tersebut mencakup dana bantuan untuk RT dan jaminan sosial bagi pekerja rentan.

​”Dana RT sebesar Rp 250 juta per RT insyaallah tidak (terpengaruh), jadi program unggulan insyaallah tetap (dianggarkan), termasuk jaminan pekerja rentan, bahkan kita akan mencapai target 150 ribu orang,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

​Selain dukungan dana tunai, program unggulan lain yang tetap dilanjutkan adalah pemberian kendaraan operasional RT berupa sepeda motor. Sebagian RT di Kutai Timur diketahui telah menerima motor tersebut.

Berita Lainnya:  Kukar Kembangkan Pertanian Terintegrasi, Menuju Swasembada Pangan

​Bupati Ardiansyah Sulaiman menyoroti secara khusus porsi anggaran untuk infrastruktur dalam APBD 2026. Menurutnya, meskipun porsi idealnya adalah 40% dari total APBD, Kutai Timur yang baru berusia 26 tahun memerlukan alokasi yang lebih besar.

​”Saya yakin lebih dari 40 atau 60 persen dari APBD, karena melihat dari kegiatan MYC ini, sudah lebih dari cukup (batas ideal),” imbuhnya, merujuk pada proyek Multi Years Contract (MYC).

​Bupati berharap, selama lima tahun berturut-turut, Pemkab Kutim akan terus memaksimalkan porsi anggaran untuk sektor infrastruktur demi mendukung percepatan pembangunan daerah. “Mudah-mudahan infrastruktur kita bisa mencapai lebih dari 60 atau 70 persen, sehingga menyiapkan Kutai Timur jadi berkembang,” pungkasnya. (ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.