Penyebab Ganda Kelangkaan Pertamax di Kutim: Kapal Kandas dan Pengurasan Tangki Pertamina

Portalborneo.id, Kutai Timur – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belakangan ini ternyata dipicu oleh kombinasi dari beberapa faktor teknis dan logistik. Hal ini terungkap setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim melakukan koordinasi mendalam dengan pihak penyedia.

Jabatan Fungsional (Jabfung) Pengawas Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, menjelaskan bahwa kendala pasokan bukan hanya disebabkan oleh masalah kapal pengangkut, melainkan juga adanya tindakan preventif yang dilakukan oleh Pertamina di fasilitas penyimpanannya.

Menurut Dony, selain permasalahan kapal tanker yang terhambat, Pertamina juga tengah melaksanakan proses pengurasan pada sejumlah tangki penyimpanan BBM Pertamax. Tindakan ini merupakan bagian dari langkah antisipasi perusahaan terhadap isu kualitas.

Berita Lainnya:  Komisi IV DPRD Samarinda Akan Gelar Hearing Bersama Dinkes, Terkait Pemkot Menutup Dua Apotek

Langkah pengurasan tangki dilakukan sebagai respons terhadap isu-isu terkait kualitas dan dugaan oplosan BBM Pertamax yang sempat menjadi perhatian publik dan viral beberapa waktu lalu. Dony Erviady menjelaskan dampak dari dua kendala tersebut secara bersamaan.

“Dengan adanya pengurasan tangki itu, sehingga ada kekosongan Pertamax itu ditambah adanya kandas tongkang tadi, makanya Pertamax maupun Pertamax Turbo itu datangnya bertahap di SPBU,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Akibat dari pengurasan tangki dan terhambatnya kapal tongkang, suplai BBM non-subsidi, baik Pertamax maupun Pertamax Turbo, ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kutai Timur menjadi terganggu dan berlangsung secara bertahap.

Berita Lainnya:  Kelurahan Maluhu: Potret Sukses Kolaborasi Warga dan Pemimpin yang Menginspirasi

​Meskipun demikian, ada kabar baik terkait pemulihan pasokan. Menurut Dony, pengiriman BBM Pertamax sudah mulai dilakukan ke beberapa titik penting.

​Pada hari sebelumnya, BBM Pertamax dilaporkan telah berhasil didistribusikan ke SPBU Kabo Jaya dan SPBU Soekarno Hatta. Kondisi ini memberikan harapan bahwa situasi akan segera kembali normal.

“Menurutnya, kemarin BBM Pertamax telah dikirim ke SPBU Kabo Jaya dan SPBU Soekarno Hatta sehingga diharapkan selama 2 atau 3 hari suplai normal kembali,” imbuhnya.

​Di sisi lain, kelangkaan Pertamax ini menimbulkan dampak lanjutan yang merugikan. Antrean panjang yang terjadi di SPBU juga disebabkan oleh adanya perpindahan masif dari pengguna Pertamax ke BBM bersubsidi, yakni Pertalite.

Berita Lainnya:  Bupati Kukar Tutup Rangkaian Kegiatan Hari Sumpah Pemuda 2023

​Padahal, Disperindag Kutim selama ini telah berupaya keras mendorong masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pada BBM subsidi dan beralih menggunakan BBM non-subsidi guna mengurangi beban anggaran negara.

​Namun, gangguan stok Pertamax membuat upaya Disperindag mengalami kemunduran, karena konsumen terpaksa kembali menggunakan Pertalite demi kelangsungan aktivitas sehari-hari.

“Tapi karena ada faktor stok Pertamax terganggu, sehingga mereka beralih ke Pertalite lagi,” tutupnya. (ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.