Lokasi Strategis Bidikan Utama 2026, PUPR Kaltim Siap Akselerasi

Caption: Kadis PUPR Kaltim, FItra.

Portalborneo.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui DPUPR-Pera diprediksi akan tetap melanjutkan pembangunan jalan di beberapa titik strategis tahun depan, meski tekanan efisiensi anggaran masih terasa.

Tiga lokasi menjadi fokus utama: Mahakam Ulu, Kutai Timur, dan Berau, wilayah yang selama ini menghadapi tantangan akses sekaligus menyimpan potensi pertumbuhan ekonomi yang besar.

Kepala DPUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitrah Firnanda, menyebutkan bahwa pengetatan fiskal tidak membuat pembangunan berhenti. Justru, penajaman lokasi menjadi kunci agar dampak pembangunan terasa langsung oleh masyarakat.

“Kami harus memastikan setiap rupiah diarahkan ke titik yang paling membutuhkan. Tahun depan, tiga wilayah ini akan menjadi prioritas karena urgensi konektivitasnya,” ujar Fitrah.

Berita Lainnya:  Diskusi Kemenko Polhukam Bersama Diskominfo, Petakan Masalah Telekomunikasi di Kukar

Di Mahakam Ulu (Mahulu), pembangunan difokuskan pada pembukaan akses darat yang selama ini menjadi isu utama masyarakat. Ruas Tering–Ujoh Bilang dan Ujoh Bilang–Long Bagun kembali diproyeksikan masuk daftar pekerjaan prioritas.

Wilayah pedalaman yang berbukit dan terpencil ini menjadikan pembangunan jalan tidak hanya soal mobilitas, tetapi juga solidaritas pemerintah untuk mempercepat pemerataan antarwilayah.

Fitrah memperkirakan, keberlanjutan pembangunan di Mahulu akan berjalan selaras dengan intervensi pemerintah pusat yang juga memperkuat jalur strategis di kawasan tersebut.

Di Kutai Timur (Kutim), fokus diarahkan pada peningkatan sejumlah ruas yang selama ini menjadi nadi transportasi bagi kawasan industri, perkebunan, dan permukiman. Jalur penghubung antar-kecamatan yang mengalirkan distribusi bahan industri dan komoditas pertanian masih menjadi titik lemah yang harus dibenahi.

Berita Lainnya:  Menghitung Untung Rugi Batu Bara Bagi Ekonomi Kaltim di 2023

“Kutim adalah salah satu daerah dengan pergerakan logistik tertinggi. Itu sebabnya peningkatan ruas di wilayah ini tetap kami dorong,” jelas Fitrah.

Sementara itu, Berau diproyeksikan tetap masuk prioritas untuk pembangunan dan pemeliharaan jaringan jalan, terutama yang menghubungkan kawasan wisata unggulan dan sentra ekonomi pesisir.

Sejumlah titik akses menuju destinasi wisata dan kawasan perikanan disebut menjadi lokasi yang akan diperkuat, mengingat mobilitas di Berau mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan perbaikan akses, DPUPR-Pera menilai Berau berpotensi menarik masuk investasi baru dan memperluas pasar komoditas pesisir.

Berita Lainnya:  Majukan Ekonomi Daerah, Berdaya Saing, TP PKK Kaltim Gencarkan Cinta Produk Lokal 

Tim Redaksi/81/ Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.