Kadispar Kaltim Targetkan Desa Wisata Naik Kelas Setiap Tahun

Caption: Kadispar Kaltim, Ririn saat menyampaikan targetnya dalam bincang-bincang di kapal wisata susur Sungai.

Portalborneo.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur diproyeksikan memperkuat arah pembangunan sektor pariwisata melalui rencana strategis (Renstra) dan RPJMD yang akan menjadi acuan pengembangan hingga beberapa tahun mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn, menegaskan bahwa fokus utama daerah tetap mengarah pada pengembangan desa wisata dan peningkatan kolaborasi promosi, termasuk integrasi sistem karcis wisata yang melibatkan berbagai pihak.

“Pengembangan pariwisata tentu kita balik lagi ke Renstra dan RPJMD. Salah satu program prioritas di Jospol kita adalah pengembangan desa wisata dan promosi karcis. Untuk karcis memang harus dilakukan secara kolaboratif,” ujar Ririn dihadapan awak media.

Ririn menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata Kaltim saat ini memiliki 106 data destinasi, yang menjadi basis penguatan program pembinaan desa wisata.

Setiap tahun, pemerintah menargetkan adanya peningkatan jumlah desa wisata yang naik kelas, terutama dari kategori berkembang menuju maju.

Target ini, kata Ririn mencakup desa-desa wisata di 10 kabupaten/kota.

“Kami menargetkan setiap tahun ada desa wisata yang upgrade. Entry point-nya jelas—begitu desa masuk kategori maju, dampaknya harus terlihat, terutama dari sisi ekonomi, pendapatan masyarakat, promosi, jumlah kunjungan, hingga dukungan sektor ekonomi kreatif,” tambahnya.

Ia menyebut kontribusi ekraf dianggap krusial dalam menciptakan identitas dan kolaborasi pengembangan di setiap lokasi.

Melalui penguatan kelembagaan, tambahan pelatihan, peningkatan kualitas atraksi, dan penciptaan paket wisata, Dispar Kaltim berharap bisa mendorong sedikitnya lima desa wisata naik kelas setiap tahun.

Kenaikan ini tidak hanya ditentukan oleh aktivitas wisata, tetapi juga oleh sinergi antara pelaku usaha, pemerintah desa, komunitas lokal, dan pendamping program.

Meski demikian, Ririn tidak menampik bahwa percepatan pengembangan desa wisata menghadapi tantangan yang cukup nyata, terutama terkait fasilitas dan aspek keamanan.

Keduanya dinilai sebagai dua tantangan utama yang harus diantisipasi dalam periode pembangunan mendatang.

“Untuk pengembangan utama, fasilitas menjadi kunci. Dua tahun ke depan ini memang tantangannya ada di fasilitas dan sektor keamanan. Ini yang sedang kami siapkan penguatannya,” jelasnya.

Ririn menegaskan, Pemerintah Provinsi Kaltim akan terus memperluas dukungan melalui investasi infrastruktur dasar, aksesibilitas, hingga integrasi digital promosi wisata.

Dengan roadmap yang lebih terarah, sektor pariwisata diharapkan menjadi salah satu pendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa serta memperkuat posisi Kaltim sebagai destinasi wisata berkelanjutan di Kalimantan.

Tim Redaksi/82/Riska/AdV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.