Poltekkes Kaltim Perkuat Kemandirian Penderita Diabetes Menuju Hidup Berkualitas

Keterangan: Dokumen foto Poltekkes Kemenkes Kaltim

Portalborneo.id, Samarinda – Upaya peningkatan kualitas hidup penderita diabetes melitus di Kota Samarinda semakin menguat melalui kegiatan edukasi pemantauan mandiri kadar glukosa darah.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/10/2025) ini diikuti sekitar 80 warga penderita diabetes melitus dan peserta Prolanis, yang digelar tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur di Puskesmas Harapan Baru, Kelurahan Harapan Baru.

Melalui program kesehatan gratis tersebut, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan praktis dalam memantau kadar glukosa darah secara mandiri, yang ke depan diharapkan mampu meningkatkan pengendalian gula darah serta mencegah risiko komplikasi penyakit kronis.

Berita Lainnya:  Villa Mewah di Negeri Jahetan Layar: Liburan Tak Terlupakan dengan Harga Terjangkau

Diabetes melitus hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di wilayah Samarinda.

Minimnya pemahaman sebagian penderita terhadap pentingnya pemantauan gula darah secara rutin diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memicu keterlambatan penanganan dan munculnya komplikasi. Melalui edukasi berkelanjutan, kondisi ini diharapkan dapat ditekan.

Kegiatan edukasi ini dirancang tidak hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga membangun kemandirian pasien dalam jangka panjang.

Peserta diperkenalkan pada teknik pemantauan mandiri yang tepat, cara membaca dan menafsirkan hasil pemeriksaan, serta langkah lanjutan yang perlu dilakukan berdasarkan hasil pemantauan.

Berita Lainnya:  Wakil Ketua DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Transparansi dan Keberlanjutan dalam Pembangunan Daerah

Dosen Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur, Maria Eka Suryani, SKM, M.Sc, menilai program ini berpotensi memberikan dampak berkelanjutan bagi pengelolaan diabetes di tingkat masyarakat.

“Melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemantauan mandiri, penderita diabetes diharapkan mampu mengendalikan kadar glukosa darah secara lebih optimal, sehingga kualitas hidup mereka ke depan dapat terus meningkat,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung penggunaan alat glukometer, termasuk penentuan waktu pemeriksaan yang tepat, target kadar glukosa darah yang dianjurkan, serta pengenalan tanda-tanda hipoglikemia dan hiperglikemia.

Berita Lainnya:  Sekwan DPRD Kota Samarinda Gelar Dialog Publik tentang Harmonisasi Lembaga Politik dan Birokrasi

Pendekatan praktik ini diharapkan memudahkan peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Ke depan, tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur menargetkan adanya evaluasi dan pendampingan berkelanjutan, khususnya bagi pasien yang telah memiliki alat glukometer.

Program serupa juga diproyeksikan dapat diperluas ke wilayah lain sebagai bagian dari penguatan upaya promotif dan preventif dalam pengendalian diabetes melitus di Kota Samarinda.

Tim Redaksi

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.