Sultan AM Idris Diusulkan Masuk Uang Rupiah, Rahmat Dermawan: Bentuk Penghormatan Sejarah Bangsa

Foto: Anggota DPRD Kukar Rahmat Dermawan, Pangeran Hario Notonegoro, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim yang baru Jajang Hermawan.

Portalborneo.id, TENGGARONG – Usulan agar salah satu wajah Sultan Kutai Kartanegara dapat diabadikan pada mata uang rupiah Republik Indonesia mendapat dukungan dari Anggota Komisi III DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Rahmat Dermawan.

Dukungan itu pun menguat seiring penegasan bahwa Kutai Kartanegara memiliki tokoh pahlawan nasional yang sudah mendapat pengakuan, yakni Sultan Aji Muhammad Idris (AM Idris).

Politikus PDI Perjuangan ini menilai bahwa Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memiliki peran historis yang sangat kuat sebagai salah satu kerajaan tertua di Nusantara.

Karena itu lanjut dia, pengusulan figur Sultan Kutai, khususnya Sultan AM Idris, merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa dan identitas daerah.

“Kesultanan Kutai Kartanegara ini bagian erat dari sejarah kerajaan tertua kita. Jadi saya mendukung usulan ini, yang juga merupakan bentuk penghormatan kita terhadap sejarah bangsa, bahwa Kutai Kartanegara punya kesultanan yang menjadi ikon masyarakat Kukar dan Kalimantan Timur (Kaltim),” katanya.

Berita Lainnya:  Wakil Ketua DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Transparansi dan Keberlanjutan dalam Pembangunan Daerah

Pada Senin (26/1/2026) saat Bank Indonesia melakukan kunjungan ke Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Hario Notonegoro secara resmi mengusulkan agar wajah Sultan Kutai Kartanegara diabadikan dalam desain mata uang rupiah Republik Indonesia.

Usulan ini disampaikan pada Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan juga disaksikan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Aji Muhammad Arifin, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (Kaltim) yang lama dan baru, Budi Widihartanto dan Jajang Hermawan.

Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Hario menyampaikan harapannya agar aspirasi Kesultanan Kutai Kartanegara bisa diteruskan pada pimpinan Bank Indonesia yang memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan desain mata uang nasional.

“Kami mengusulkan barangkali dari sultan kami bisa menjadi salah satu gambar yang berada di uang rupiah yang berlaku di Republik ini,” ujar Pangeran Hario.

Berita Lainnya:  Sudarno Hadiri Deklarasi Dukungan Partai Buruh Kaltim untuk Cagub Rudy-Seno

Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki tokoh-tokoh bersejarah yang kontribusinya tidak hanya berdampak bagi Kutai Kartanegara, tetapi juga bagi kawasan Kalimantan dan Indonesia secara umum.

Salah satunya beber Pangeran Hario, adalah Sultan Aji Muhammad Idris yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2019.

“Perlu kami informasikan, di tahun 2019, salah satu sultan yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional adalah Sultan Aji Muhammad Idris,” jelasnya.

Selain itu, Pangeran Hario juga menguraikan peran Sultan Aji Muhammad Sulaiman yang memerintah pada abad ke-18. Pada masa kepemimpinannya kala itu, Kesultanan Kutai Kartanegara mencapai tingkat kemakmuran tinggi, bahkan mampu memberikan bantuan keuangan kepada kerajaan-kerajaan lain di Kalimantan, khususnya Banjar dan Kalimantan Barat.

Kemakmuran tersebut tercermin dari berbagai peninggalan bersejarah Kesultanan Kutai Kartanegara, seperti mahkota emas yang digunakan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, serta sejumlah benda pusaka lainnya yang melambangkan kejayaan dan kesejahteraan kerajaan.

Berita Lainnya:  GAMKI Apresiasi Komitmen Kapolda Baru dalam Audiensi Perdana

Pangeran Hario juga menambahkan bahwa pada masa lalu, Kerajaan Kutai Kartanegara menjalin kerja sama dengan dua perusahaan besar, yakni Bataafsche Petroleum Maskapai (BPM) dan Oost Borneo Maskapai (OBM).

“BPM itu Bataafsche Petroleum Maskapai yang sekarang diambil alih oleh Pertamina yang berada di Balikpapan. Kalau OBM itu Oost Borneo Maskapai yang dulu bergerak di bidang batubara. Kiranya, usulan ini dapat disampaikan pada pimpinan Bank Indonesia yang bisa mengambil kebijakan,” terangnya.

Menanggapi usulan ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim yang baru, Jajang Hermawan, menyampaikan bahwa aspirasi Kesultanan Kutai Kartanegara akan ditindaklanjuti melalui mekanisme internal Bank Indonesia dan dikoordinasikan dengan kantor pusat.

“Tentunya nanti kami diskusikan di internal. Kemudian juga tentunya dengan kantor pusat di Jakarta. Jadi ada proses-proses yang akan kita lakukan,” tutupnya.

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.