Pembangunan Berbasis Kawasan, Rusmiati Mantapkan Arah Sangatta Selatan yang Berkelanjutan

Portalborneo.id, Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan kini tengah menguatkan arah pembangunan berbasis kawasan. Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati SE menyebut pendekatan ini sangat penting, mengingat sebagian besar wilayahnya termasuk dalam area Taman Nasional Kutai (TNK) yang memerlukan strategi pembangunan khusus.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis kawasan berarti setiap program disesuaikan dengan karakteristik wilayah, sumber daya, serta regulasi yang berlaku.

Pembangunan tidak lagi dilakukan secara seragam, tetapi dirancang berdasarkan potensi dan keterbatasan masing-masing desa.

“Kami menyebutnya pembangunan berbasis kawasan, karena tidak semua wilayah bisa dibangun dengan cara yang sama. Harus menyesuaikan dengan tata ruang, status lahan, dan aspek lingkungan,” ujar Rusmiati.

Berita Lainnya:  DPMPD Kaltim Dorong Masyarakat Desa Peduli Lingkungan untuk Reduksi Emisi Karbon"

Konsep ini, juga mendorong lahirnya kolaborasi antardesa yang memiliki potensi serupa. Misalnya, desa yang kuat di sektor pertanian bisa bersinergi dengan desa yang punya potensi ekowisata. Dengan begitu, pembangunan berjalan seimbang dan saling mendukung.

Selain itu, Rusmiati juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.

Pemerintah kecamatan, lanjutnya, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan warga. “Kalau masyarakat ikut serta, pembangunan itu akan hidup dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat koordinasi dengan Balai TNK agar setiap rencana pembangunan tidak berbenturan dengan kebijakan konservasi. Langkah ini sekaligus menjaga hubungan baik antara masyarakat dan pengelola taman nasional.

Berita Lainnya:  Gencarkan SPPDK Hingga ke Desa dan Kelurahan

Menurut Rusmiati, pembangunan berbasis kawasan adalah bentuk adaptasi kecamatan terhadap dinamika wilayahnya.

“Dengan pendekatan ini, pembangunan tidak hanya cepat, tapi juga tepat sasaran dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.