
Portalborneo.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan fasilitas olahraga dengan melakukan peningkatan besar-besaran di Stadion Utama Kudungga. Peningkatan ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada fungsionalitas dan pemenuhan standar atletik modern.
Kepala UPT Sarana dan Prasarana Olahraga Kudungga, Hadri Nirwan, mengonfirmasi bahwa Stadion Utama kini memiliki fasilitas yang jauh lebih memadai. Peningkatan ini mencakup beberapa aspek utama, mulai dari fasilitas pendukung penonton hingga sarana latihan utama.
Di antara pembaruan yang paling signifikan adalah tribun penonton yang kini berkapasitas 7.000 orang, memastikan kenyamanan bagi para penggemar saat ada pertandingan besar. Selain itu, lampu sorot canggih juga telah dipasang, memungkinkan penggunaan stadion secara optimal pada malam hari.
Pusat perhatian utama peningkatan ini adalah lintasan lari. Hadri menjelaskan bahwa lintasan tersebut kini telah sesuai dengan standar atletik resmi.
”Lintasan lari di Stadion Utama Kudungga mencapai 400 meter, dengan jumlah 8 lintasan yang memiliki ukuran lebar berbeda-beda,” jelas Hadri, memastikan bahwa fasilitas ini siap digunakan untuk pelatihan serius.
Tak hanya lintasan lari utama, fasilitas pendukung untuk cabang olahraga atletik lainnya juga telah ditambahkan. Di samping lintasan utama, kini tersedia lintasan khusus untuk lompat jauh yang dilengkapi dengan bak pasir sebagai area pendaratan.
Menariknya, Pemkab Kutim melalui UPT Kudungga membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memanfaatkan sarana olahraga ini. Baik atlet profesional maupun masyarakat umum diperbolehkan menikmati fasilitas lintasan lari Stadion Kudungga.
”Apalagi ini lagi fomo lari, hampir setiap sore ramai atlet latihan lari, masyarakat lari baik di dalam stadion maupun luar stadion, semuanya gratis tanpa dipungut biaya,” pungkasnya, menggarisbawahi semangat memasyarakatkan olahraga.
Syarat utama pemanfaatan fasilitas ini sangat sederhana, yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan perusakan terhadap sarana prasarana yang sudah ada. Hal ini demi keberlangsungan fasilitas agar dapat dinikmati oleh semua pihak.
Peningkatan ini disambut baik oleh komunitas atletik setempat. Awalluddin, Pelatih Cabang Olahraga Atletik Kutim, yang saat itu tengah melatih atletnya di lintasan tersebut, merasakan langsung dampak positifnya. Ia menyebut bahwa perkembangan fasilitas telah terasa selama kurang lebih setahun terakhir.
”Lintasan ini sudah sesuai standar atlet kami, 100 persen luar biasa perkembangannya, sangat memadai, kami puas latihan di sini,” ucap Awalluddin.

