Cuaca Tak Menentu, Puskesmas Gencarkan Edukasi Hidup Sehat

Portalborneo.id, Kutai Timur – Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi beberapa pekan terakhir berdampak pada meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Teluk Lingga. Kondisi udara yang berdebu serta kebiasaan masyarakat yang masih sering merokok di area publik diduga menjadi penyebab utama lonjakan kasus ini.

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, Sri Endrayati, mengatakan bahwa kunjungan pasien dengan keluhan pernapasan kini mendominasi pelayanan setiap harinya. Dari sekitar 2.500 kunjungan per bulan, sebagian besar pasien datang dengan keluhan batuk, pilek, dan sesak napas.

Berita Lainnya:  Festival Kreatif Pemuda Ramadan ke-2 Kembali Digelar, Dispora Kukar Hadirkan Konsep Lebih Matang

“Kenaikan kasus ISPA memang terasa beberapa waktu ini. Kami belum menarik data pastinya, tapi peningkatan cukup signifikan dan merata di seluruh wilayah kerja. Ini yang sedang kami telusuri, apa saja penyebab utamanya,” ujar Sri Endrayati.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan serta masih tingginya tingkat perokok aktif turut memperburuk kondisi udara sekitar. Padahal, pencegahan bisa dilakukan sederhana, mulai dari mengurangi paparan asap rokok, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan rumah.

Pihak Puskesmas kini memperkuat sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan melibatkan sekolah, tempat ibadah, dan kantor pemerintahan. Langkah ini diharapkan dapat menekan paparan asap rokok di tempat umum serta mengubah pola pikir masyarakat tentang pentingnya udara bersih.

Berita Lainnya:  Samsun Sebut Fraksi PDIP DPRD Kaltim Usulkan Perda Inisiatif Tentang Pendidikan Pancasila

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan masyarakat agar kawasan tanpa rokok benar-benar bisa dijalankan. Tantangan terbesar memang ada pada kesadaran individu,” tambahnya.

Selain ISPA, Sri Endrayati mengungkapkan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes juga masih tinggi di wilayah Teluk Lingga. Data menunjukkan sekitar 2.200 pasien hipertensi dan lebih dari 700 penderita diabetes rutin berobat setiap bulan.

Untuk anak-anak, keluhan batuk pilek, diare, dan penyakit bawaan seperti kelainan jantung masih menjadi perhatian utama. Puskesmas juga aktif mengawasi pertumbuhan balita untuk mencegah kasus stunting yang bisa berdampak jangka panjang.

Berita Lainnya:  Duta Olahraga Kaltim Harus Miliki Kemampuan Public Speaking dan Pengetahuan Mendalam tentang Olahraga

Melalui edukasi berkelanjutan dan kerja sama lintas sektor, Puskesmas Teluk Lingga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar hidup lebih sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengurangi kebiasaan merokok yang dapat memicu ISPA.(ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.