Disepakati, MYC Kutim 2026/2027 Capai Rp 1,08 Triliun, Fokus Pembangunan Infrastruktur Prioritas

Portalborneo.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah mencapai kesepakatan penting terkait rumusan kegiatan tahun jamak atau Multi Years Contract (MYC) untuk periode anggaran 2026 hingga 2027.

​Kesepakatan ini dicapai setelah melalui pembahasan intensif dan resmi disetujui pada Jumat (21/11/2025) lalu. Persetujuan ini menjadi landasan hukum bagi sejumlah proyek pembangunan strategis di Kutim.

​Total nilai anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tahun jamak periode 2026/2027 ini mencapai Rp 1,081 triliun. Angka ini dibagi menjadi dua tahun anggaran.

Berita Lainnya:  Pemkab Kukar Sulap Kawasan CBD Tenggarong Jadi Pusat UMKM dan Taman Rekreasi

​Secara rinci, anggaran tersebut akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp 383,932 miliar dan APBD 2027 senilai Rp 697,567 miliar.

​Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa pemilihan skema MYC ini adalah langkah yang terencana dan adaptif. “Kegiatan tahun jamak memang dibuat dua tahap, 2026/2027 dan rencananya 2028/2029, karena menyesuaikan situasi dan kondisi keuangan daerah,” ujar Ardiansyah, Senin (24/11/2025).

​Dari daftar panjang proyek yang disepakati, sektor infrastruktur dasar mendominasi alokasi dana, mencakup rekonstruksi jalan, pembangunan jembatan, dan peningkatan sistem drainase.

Berita Lainnya:  173 Kasus Stunting Teridenti kasi, Kecamatan Muara Wis Siapkan Langkah Perangi Stunting

​Beberapa proyek jalan dan jembatan vital yang akan direalisasikan melalui MYC, antara lain: Rekonstruksi Jalan Manubar – Seriung di Kecamatan Sandaran dengan pagu anggaran Rp 55 miliar dan Pembangunan Jembatan Muara Bengalon (Rp 70 miliar).

​Selain infrastruktur jalan, program ini juga mencakup pembangunan sarana publik lainnya, seperti Pengembangan dan Peningkatan SPAM Pedesaan, Pembangunan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK), hingga Lanjutan Pembangunan Pelabuhan Umum Sangatta (Kenyamukan) yang dianggarkan sebesar Rp 150 miliar.

​Khusus untuk pembangunan Pelabuhan Kenyamukan, ini merupakan salah satu proyek terbesar dalam daftar MYC, menunjukkan komitmen Pemkab terhadap peningkatan konektivitas laut.

Berita Lainnya:  Rendi Solihin Bersyukur El Nino tak Berdampak Signifikan Terhadap Pertanian di Kukar

​Bupati Ardiansyah Sulaiman juga menyinggung beberapa proyek yang sempat tertunda dan kini dimasukkan kembali ke dalam daftar MYC 2026/2027.

​”Program yang tersendat seperti Manubar – Seriung kita masukan MYC, kalau lainnya ada penganggaran di tahun ini dan tahun depan tapi tidak multiyears,” pungkasnya. (ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.