Samarinda – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian.
Anggota Komisi I DPRD Kaltim, La Ode Nasir, menegaskan bahwa guru-guru TPA merupakan ujung tombak pendidikan karakter generasi muda di daerah, namun hidup dalam kondisi yang tidak layak.
“Para guru TPA bekerja dalam diam, tapi hasil dari pengajaran mereka menentukan masa depan karakter anak-anak kita. Ini bukan pekerjaan kecil, melainkan pondasi peradaban,” jelas La Ode, Selasa, (20/5/2025).
Menurutnya, meski tingkat keikhlasan guru-guru TPA sangat tinggi, banyak dari mereka yang hanya mengandalkan sumbangan masyarakat karena honor yang diterima sangat minim, bahkan tidak ada sama sekali.
Jika pemerintah serius ingin membangun generasi yang religius dan berakhlak, kata La Ode, maka investasi pertama harus dimulai dari para pendidik agama.
“Apresiasi terhadap guru TPA tidak cukup hanya dengan ucapan terima kasih. Sudah waktunya ada kebijakan yang melindungi dan menyejahterakan mereka,” tegasnya.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran melalui APBD atau skema hibah pendidikan keagamaan, guna menjamin pengakuan dan dukungan struktural terhadap peran guru TPA.
“Jika guru mata pelajaran umum bisa mendapat tunjangan dan perhatian, mengapa tidak dengan guru TPA, Mereka juga mendidik, bahkan di bidang yang sangat fundamental,” imbuh La Ode.
Ia menutup dengan harapan agar pemerintah segera menyusun rencana strategis, termasuk pendataan dan pemberian insentif rutin, demi masa depan guru TPA yang lebih pasti dan sejahtera.
Tim Redaksi (Adv 52/Rsk)

