Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, memimpin kunjungan kerja ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Rabu (21/5/2025), untuk meninjau kesiapan pembangunan Bandara Mahulu. Proyek ini digadang menjadi solusi keterisolasian wilayah pedalaman Kaltim dan diproyeksikan menggerakkan ekonomi lokal.
“Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan teknis dan koordinasi antarlembaga. Bandara Mahulu merupakan kebutuhan mendesak, dan anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD 2025,” tegas Ekti, Kamis (22/5/2025).
Pembangunan bandara yang dianggarkan sebesar Rp40 hingga Rp45 miliar dari APBD 2025 saat ini memasuki tahap penyusunan dokumen teknis seperti Detail Engineering Design (DED), Kerangka Acuan Kerja (KAK), dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) oleh Dinas PUPR Cipta Karya Kaltim.
Sebelumnya, proyek ini berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan, namun dialihkan karena persoalan nomenklatur.
“Peralihan kewenangan ini baru terjadi dalam dua hari terakhir. Sekarang proyek ini resmi ditangani oleh Dinas Cipta Karya,” jelas Ekti.
Jika seluruh dokumen rampung sesuai jadwal, lelang pembangunan bandara ditargetkan dimulai dalam tiga bulan ke depan. DPRD mendorong percepatan proses agar pembangunan tidak molor.
Selain itu, kerja sama formal antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Mahulu akan segera difinalisasi. Roadmap proyek disusun oleh Asisten I Setkab Mahulu dan akan dilanjutkan dengan MoU antara Gubernur dan Bupati.
“Kami ingin bandara ini menjadi pintu masuk pertumbuhan baru bagi Mahulu. Saat konektivitas terbuka, ekonomi pasti bergerak,” pungkas Ekti.
Tim Redaksi (Adv 50/Rsk)

