Portalborneo.id, Samarinda — Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, menegaskan bahwa tujuh program Gratispol akan menjadi motor utama transformasi sosial Kaltim sekaligus menopang kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
Program Gratispol yang kini menjadi fokus pemerintahan mencakup Pendidikan Gratispol Generasi Emas, layanan kesehatan gratis, Program Hidup Sehat Stunting (PESUT), makan bergizi gratis, pelatihan keterampilan kerja, bantuan perumahan, hingga transportasi umum gratis.
Seluruhnya dirancang sebagai paket kebijakan yang saling berkaitan dan mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat dari berbagai sisi. Menurut Wagub, pelaksanaan Gratispol tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan sektor pangan.
Ia menilai kecukupan pasokan pangan, khususnya beras, merupakan elemen vital karena berpengaruh langsung terhadap program makan bergizi, pengendalian stunting, serta stabilitas ekonomi masyarakat.
“Kita ingin memastikan semua program ini berjalan efektif. Karena itu, ketahanan pangan harus kuat. Tanpa pangan yang cukup, program sosial tidak akan maksimal,” ujar Seno Aji.
Kaltim kini mencatat perkembangan positif dengan produksi beras mencapai 158,5 juta kilogram. Namun pemerintah menilai peningkatan kapasitas perlu terus dilakukan agar kebutuhan daerah dapat terpenuhi tanpa bergantung pada pasokan dari luar.
Sebagai langkah konkret, Pemprov menyiapkan agenda besar pada tahun 2026, yakni membuka 15.000 hektare lahan sawah baru. Program ini melibatkan seluruh kabupaten/kota untuk menyiapkan lokasi yang potensial.
Pemprov menargetkan produksi beras bisa naik signifikan hingga 350–360 ribu ton per tahun setelah lahan baru itu beroperasi penuh.
“Silakan siapkan di masing-masing daerah. Kita ingin pencetakan sawah ini benar-benar merata dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal,” tegas Wagub.
Selain meningkatkan pasokan pangan, langkah ini diproyeksikan menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat sentra pertanian, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam sektor tersebut melalui pelatihan Gratispol.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern agar produktivitas lebih terukur dan efisien.
Program sawah baru juga menjadi pilar penting dalam mendukung penyediaan makanan bergizi bagi pelajar dan kelompok rentan. Dengan ketersediaan beras yang stabil, distribusi makanan sehat dapat berlangsung lebih konsisten dan tidak bergantung pada fluktuasi harga pasar.
Seno Aji menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi Kaltim untuk memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang. Kolaborasi antardaerah, penguatan SDM, serta perencanaan berbasis data disebut sebagai kunci keberhasilan.
“Dengan kerja bersama, Gratispol tidak hanya menjadi program bantuan, tapi menjadi ruang akselerasi bagi kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan yang kuat akan menjadi penopangnya,” tutup Seno Aji.
Tim Redaksi/35/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

