Portalborneo.id, Yogyakarta – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta terkait kebijakan baru di bidang pembiayaan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H. Sunggono, dan Dekan Fakultas UII, Qurotul Uyun, di Kampus UII, Rabu (22/10/25).
MoU ini menjadi langkah strategis Pemkab Kukar untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan SDM, terutama dalam bidang psikologi dan perlindungan perempuan serta anak. Sekda Sunggono hadir bersama Plt Kepala BP3A Hero Suprayetno, Kabag Kerjasama Setda Kukar Ismi Nurul Huda, Kabid Pengembangan SDM ASN BPSDM Kukar Mukdan Syahrani, serta perwakilan dari Bagian Kesra.
Dalam sambutannya, Sunggono menegaskan bahwa Pemkab Kukar memberi perhatian serius terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak.
“Selama tahun 2025 ini sudah ada 174 kasus yang masuk di BP3A. Ini menjadi perhatian khusus pemerintah,” ujarnya.
Untuk menguatkan layanan penanganan kasus, mahasiswa UII—khususnya dari Program Studi Psikologi—akan ditempatkan sebagai peserta magang di berbagai unit layanan, seperti UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak, Pusat Pembelajaran Keluarga, hingga kantor kecamatan.
“Disaat mereka magang nanti akan kita beri target kinerja yang jelas, sehingga apa yang mereka kerjakan benar-benar ada outcome-nya,” tegas Sunggono.
Dalam kesempatan tersebut, Sunggono juga menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak baik.
“Kita menginginkan anak Kukar yang kuliah di luar daerah benar-benar terdidik ilmunya dan juga akhlaknya,” katanya.
Ia menekankan bahwa mahasiswa penerima beasiswa harus menjaga Indeks Prestasi minimal 3,0.
“Jika turun dan berperilaku tidak baik, maka akan distop dan diberhentikan,” tambahnya.
MoU ini sekaligus memperkuat program Beasiswa Kukar Idaman yang kini dikembangkan menuju program Kukar Idaman Terbaik. Kerjasama difokuskan untuk pembiayaan bagi mahasiswa S1 Psikologi UII, dengan tujuan mencetak tenaga profesional yang nantinya kembali mengabdi di Kukar, terutama di bidang layanan sosial dan perlindungan.
Cakupan beasiswa tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga kebutuhan hidup mahasiswa seperti uang makan, uang saku, dan biaya kos. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa fokus menyelesaikan studi dengan prestasi optimal.
Kerjasama Pemkab Kukar dan UII ini diharapkan menjadi pondasi baru dalam penguatan SDM Kukar, serta meningkatkan kualitas layanan perlindungan perempuan dan anak di daerah.

