Harga Beras Samarinda Rp 10.250 Perkilo, Stok Aman Kualitas Baik

Caption: Logo Bulog. Dok Foto Istimewa.

Portalborneo.or.id, Samarinda – Kenaikan harga beras yang melonjak menimbulkan keresahan terutama masyarakat kalangan menengah kebawah di Kota Samarinda. Kepala Bulog Kantor Cabang (Kacab) Samarinda, Maradona Singal membenarkan hal tersebut.

Maradona mengatakan kalau kenaikan harga beras di pasaran adalah beras lokal atau beras premium.

“Jadi kalau beras premium naik, sementara yang dijual Bulog adalah beras SPHP atau beras medium,” kata Maradona.

Diungkapkan Maradona, strategi tersebut pihaknya bekerjasama dengan pemerintah kota serta pemerintah provinsi berkolaborasi melaksanakan operasi pasar.

“Seperti kemaren yang kami lakukan di Pasar Segiri untuk memberikan kabar bahwa pemerintah masih memiliki stok beras yang banyak,” ungkapnya.

Stok tersebut ada tersedia sekitar 21 ton beras yang dijual kepada masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau. Selain itu, pihaknya bersama pemerintah kota Samarinda akan melakukan operasi pasar di 59 titik kelurahan di Samarinda

Berita Lainnya:  Pemerintah Kota Samarinda Menargetkan Akhir Tahun Memiliki Maskapai Penerbangan Sendiri

“Jadi beras yang kita sediakan di pasar ini guna mensasar masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah, dan tidak termasuk beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP),” bebernya.

Sementara untuk CPP itu dia menerangkan, tiap bulannya pihaknya memproses sekitar 739 ton gratis yang disalurkan kepada masyarakat dengan ekonomi rendah.

Lebih lanjut, terkait stok yang tersedia di gudang Bulog, Maradona mengaku masih aman karena ada sekitar 2 ribu ton yang tersedia.

“Stok beras kita sebenarnya masih cukup karena ada sekitar 2,5 ribu ton untuk kebutuhan masyarakat Kota Samarinda dan 5 wilayah kerja Bulog masih cukup sampai bulan Mei,” sebut Maradona.

Berita Lainnya:  Adopsi Kediri, Pemkot Akan Lakukan Penyesuaian Aturan Demi Penanganan Stunting

Melihat adanya harga beras yang naik, Maradona mengajak masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok beras sangat mencukupi.

“Yang memang sekarang sedikit agak naik itu karena stok beras premium sedang kurang,” tegasnya.

Lebih lanjut Maradona menjelaskan bahwa yang membedakan beras premium dan beras medium ada pada patahan beras tersebut yang hanya mencapai 5 sampai 15 persen untuk premium.

“Sementara untuk beras medium patahan pada butirnya di atas 15 persen bahkan sampai 25 persen,” imbuh Maradona.

Secara kualitas juga beras medium yang ada di Bulog cukup baik, karena baru di impor.

Berita Lainnya:  Rumah Restorative Justice Resmi Hadir di Rutan Kelas IIA Kota Samarinda, Wamenkumham RI Dukung Penuh

Selain bekerjasama dengan pemerintah di pasar murah, masyarakat juga dapat membeli beras Bulog yang ada di pasar melalui gerai yang telah bekerjasama dan di Samarinda ada sekitar 120 titik dan di Kantor Bulog Samarinda dengan harga jual sekitar Rp 10.250 per kilo.

Maradona mengimbau karena beras premium di Sulawesi dan di pulau Jawa belum panen, masyarakat dapat mengkonsumsi dahulu beras SPHP, serta jangan panic buyying untuk membeli beras sebab yang disediakan memiliki kualitas baik.

Tim Redaksi Portalborneo.or.id/FRC

 

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.