Portalborneo.id, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan dunia olahraga daerah melalui penyerahan bonus prestasi kepada atlet, pelatih, serta tim pendukung PON XXI/2024 Aceh–Sumatera Utara dan Peparnas XVII/2024 Solo.
Prosesi berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebanggaan, disaksikan langsung oleh Gubernur Kaltim, jajaran pimpinan daerah, serta ratusan insan olahraga.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Plt Kadispora) Kaltim, M. Faisal, dalam laporan resmi menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk ucapan terima kasih, tetapi juga dorongan agar para atlet terus mengasah kemampuan dan mempertahankan tradisi prestasi Benua Etam di kancah nasional.
“Agenda hari ini adalah momentum untuk memberi apresiasi sekaligus memotivasi seluruh atlet agar terus berkembang,” ujar Faisal. Ia menjelaskan bahwa penyerahan bonus dilakukan secara simbolis oleh Gubernur dan Sekretaris Daerah.
Secara total, terdapat 747 penerima penghargaan, meliputi 454 atlet, 210 pelatih, 31 official teknik, dan 52 manajer. Jumlah ini mencerminkan besarnya kontingen Kaltim yang terlibat dalam dua ajang olahraga terbesar nasional tersebut.
Anggaran bonus untuk PON XXI mencapai Rp67,659 miliar, dialokasikan dari APBD Perubahan 2025. Nominalnya disesuaikan dengan jenis nomor dan pencapaian medali.
Kategori perorangan; Emas: Rp300 juta, Perak: Rp175 juta, Perunggu: Rp90 juta.
Kategori beregu (2–4 atlet); Emas: Rp200 juta, Perak: Rp100 juta, Perunggu: Rp60 juta
Kategori beregu (>4 atlet); Emas: Rp100 juta, Perak: Rp75 juta, Perunggu: Rp50 juta
Faisal bahkan sempat melontarkan gurauan agar bonus besar tersebut tidak habis dalam sehari atau sekadar untuk menutup hutang, disambut tawa hadirin. Dari PON XXI, jumlah penerima bonus mencakup 410 atlet, 172 pelatih, 14 official teknik, dan 40 manajer.
Dua atlet Kaltim juga meraih prestasi istimewa dengan memecahkan rekor, yaitu Firda Khairunisa pada cabang angkat besi dan Widari dari angkat berat. Keduanya meraih emas sekaligus melampaui catatan rekor sebelumnya. Kaltim juga mencatat tiga cabang olahraga yang berhasil meraih gelar juara umum, yakni gulat, hoki, dan layang-layang.
Untuk Peparnas XVII Solo, Pemprov Kaltim mengalokasikan Rp13,966 miliar. Penerimanya meliputi 44 atlet, 38 pelatih, 17 official teknik, dan 6 manajer. Anggaran tersebut dibebankan pada DPA Perubahan Dispora Kaltim 2025 melalui bidang pembudayaan olahraga.
Menutup laporannya, Faisal memohon kesediaan Gubernur Kaltim untuk memberikan sambutan, arahan, sekaligus menyerahkan bonus secara simbolis kepada penerima penghargaan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan.
“Kami berharap dukungan yang diberikan hari ini semakin memacu semangat para atlet agar terus membawa nama Kalimantan Timur ke puncak tertinggi prestasi,” ujarnya.
Tim Redakdi/56/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

