Portalborneo.id, Samarinda – Benua Etam bergerak cepat menyiapkan generasi muda dalam menghadapi ekonomi digital ditengah derasnya arus digitalisasi yang membutuhkan peningkatan keterampilan, inovasi, dan kolaborasi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) giatkan Pelatihan Kecakapan Hidup Berbasis Konten Digital di SMA Negeri 16 Samarinda.
Setidaknya pada kesempatan ini, Dispora Kaltim melatih 50 pemuda yang diproyeksikan menjadi talenta kreatif baru di masa mendatang, terlebih untuk cita-cita bangsa Indonesia menjadi generasi emas di tahun 2045.
Pelatihan ini tak hanya membekali peserta dengan kemampuan produksi konten, literasi digital, dan keamanan informasi. Lebih jauh, program ini dipandang sebagai pintu masuk menuju lahirnya ekosistem ekonomi kreatif digital yang lebih inklusif di Kaltim.
“Pemuda adalah harapan bangsa. Ke depan, mereka harus siap dengan keterampilan digital yang semakin dibutuhkan,” ujar Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi saat diwawancarai langsung oleh awak media.
Ia menegaskan, pelatihan ini sejalan dengan agenda besar Jaminan Sosial dan Pembangunan (Jospol) yang mendorong pembentukan kekuatan ekonomi baru berbasis kreativitas dan teknologi.
Dengan bekal yang diberikan pemerintah, pemuda Kaltim diharapkan mampu membuka peluang kerja, menciptakan lapangan baru, hingga mempromosikan potensi daerah melalui konten berkualitas.
“Inisiatif ini juga mencerminkan semangat Gratispol. Semua pelatihan dilakukan tanpa biaya, sehingga tidak ada lagi alasan bahwa ekonomi menjadi hambatan untuk belajar,” ujarnya.
Dispora Kaltim memastikan seluruh pemuda di Benua Etam termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, mendapat akses yang sama alias setara.
Rusmulyadi menuturkan, pelatihan serupa sebelumnya telah dibawa hingga ke pedalaman Mahulu. Respon pemuda setempat bahkan sangat emosional atau menyentuh.
“Kepala sukunya menangis karena wilayah mereka belum pernah tersentuh pelatihan kecakapan hidup seperti ini. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemerataan,” ungkapnya.
Dispora Kaltim percaya, wilayah pedalaman justru menyimpan potensi besar. Ke depan, bukan tidak mungkin lahir konten kreator asli Mahulu yang mengangkat budaya lokal ke kancah nasional, bahkan global.
“Jangan kaget nanti kalau ada kreator muda asli Mahulu yang terkenal karena mempromosikan budaya mereka. Itu kecerdasan dan kreativitas pemuda,” kata Rusmulyadi optimistis.
Pelatihan ini sekaligus menandai tuntasnya target tahunan Dispora Kaltim, yakni melibatkan total 2.300 peserta dalam seluruh program pengembangan pemuda.
Dengan meningkatnya kecakapan digital, pemuda Kaltim diproyeksikan menjadi aktor penting dalam pembangunan daerah, penyebaran konten positif, hingga penangkal disinformasi.
Terhadap masyarakat luas, perkembangan mengenai data pemuda yang telah menerima pelatihan dan pengembangan diri dari pemerintah kaltim bisa diliat pada laman web https://talent.gosepakat.id
Tim Redaksi/13/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

