Portalborneo.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mendorong peningkatan kualitas putra-putri daerah melalui pelatihan intensif bagi calon peserta seleksi Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), IPDN, serta berbagai sekolah kedinasan.
Program ini resmi dibuka pada 13 November 2025 di Aula Baru Dispora Kompleks Gor Kadrie Oening Samarinda, dan akan berlangsung selama 10 hari.
Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, mengatakan pelatihan ini dirancang sebagai strategi memperkuat keterwakilan talenta lokal Kaltim di institusi strategis nasional.
“Kami ingin memastikan anak-anak Kaltim punya kesempatan yang sama dan siap bersaing. Selama ini banyak kuota provinsi yang terisi bukan oleh putra daerah,” ujarnya saat ditemui awak media, Sabtu (15/11/2025).
Program yang diikuti 50 peserta ini dinilai sejalan dengan agenda Jaring Sosial dan Politik (Jospol) Kaltim, terutama pada komponen pengembangan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dispora mewajibkan seluruh peserta ber-KTP Kaltim untuk memastikan program benar-benar menyasar penguatan SDM lokal.
“Untuk Akmil dan Akpol memang ada jatah provinsi, tetapi sering kali tidak terisi anak Kaltim. Ini yang ingin kami perbaiki,” tambahnya.
Selama 10 hari, peserta mendapatkan fasilitas lengkap tanpa dipungut biaya. Mulai akomodasi penuh, konsumsi, seragam, hingga bimbingan materi seperti; Tes Intelegensi Umum (TIU), Psikologi, Pembahasan soal seleksi oleh penguji berpengalaman, Tes jasmani untuk pemetaan kemampuan fisik.
“Targetnya, saat tes resmi Februari nanti mereka sudah benar-benar siap,” jelas Rusmulyadi.
Selain pelatihan teknis, peserta juga dijadwalkan mengikuti kunjungan edukatif ke beberapa lembaga pendidikan seperti STAN dan IPDN. Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai standar seleksi, budaya akademik, dan suasana lingkungan pendidikan.
“Kami ingin mereka melihat sendiri atmosfer pendidikan di sana, agar semakin termotivasi,” ucapnya.
Rusmulyadi menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud dukungan terhadap arahan Gubernur Kaltim yang mendorong pembinaan pemuda gratis, merata, dan berorientasi jangka panjang.
“Generasi emas Kaltim harus punya pemimpin dari sisi militer dan kedinasan. Ini langkah awal untuk mengarungi talenta-talenta itu,” tegasnya.
Ia memastikan program ini murni inisiatif Dispora Kaltim sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem pembinaan pemuda yang lebih sistematis.
“Ini bukan kegiatan seremonial. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan Kaltim,” tutupnya.
Tim Redaks/6/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

