Portalborneo.id, Samarinda — Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur melaksanakan Kongres Tahunan di Hotel Royal Park Samarinda, Jalan Sentosa, pada Sabtu (29/11/2025).
Forum ini menjadi momentum penting bagi Asprov untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menetapkan arah kebijakan baru demi memperkuat tata kelola sepak bola di Benua Etam.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Asprov PSSI Kaltim, Syafruddin Duntu, menjelaskan bahwa agenda paling krusial pada kongres tahun ini adalah pengesahan statuta baru.
Menurutnya, pembaruan statuta diperlukan karena regulasi lama tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan organisasi, terutama terkait masa jabatan sejumlah kepengurusan di tingkat kabupaten/kota yang telah berakhir.
“Statuta baru ini harus segera disahkan karena menjadi dasar bagi seluruh proses organisasi ke depan. Statuta lama sudah tidak relevan lagi,” ujarnya.
Syafruddin mengungkapkan terdapat sedikitnya lima Askab/Askot yang masa kepengurusannya sudah habis, termasuk Paser, Bontang, dan Kutai Timur.
Dengan berakhirnya periode tersebut, Asprov membutuhkan payung hukum yang jelas untuk menyiapkan proses restrukturisasi kepengurusan di daerah. Ia menegaskan bahwa semua langkah itu hanya bisa dijalankan setelah statuta terbaru sah menjadi acuan resmi.
“Kita tidak bisa menjalankan aturan baru tanpa pengesahan kongres. Hari ini mudah-mudahan semuanya bisa diputuskan,” katanya.
Asprov PSSI Kaltim sebelumnya telah mendistribusikan draf statuta dalam bentuk dokumen PDF kepada seluruh Askab dan Askot. Dengan demikian, setiap anggota memiliki cukup waktu untuk mempelajari poin-poin perubahan sebelum dibahas lebih lanjut dalam sidang pleno kongres.
“Draf statuta sudah dibagikan ke semua anggota. Silakan dipahami dan nanti bisa diklarifikasi dalam forum,” ucap Syafruddin.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah aspek teknis mengenai perubahan statuta telah dibahas dalam workshop PSSI di Surabaya beberapa waktu lalu. Dalam kongres hari ini, perwakilan dari PSSI pusat—termasuk Sekretaris Jenderal—dijadwalkan memaparkan kembali detail perubahan tersebut.
Penjelasan ini diharapkan menjadi pedoman bagi Asprov dan seluruh anggota agar implementasi statuta baru berjalan seragam.
“Sekjen PSSI nanti akan menjelaskan poin-poin yang berubah. Beliau sudah mengikuti workshop dan memahami keseluruhan materi,” tambahnya.
Selain membahas statuta, kongres juga mengagendakan laporan pertanggungjawaban program Asprov sepanjang tahun berjalan, mulai dari pembinaan usia dini, pengembangan pelatih, hingga peningkatan kualitas perangkat pertandingan. Evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan program kerja Asprov Kaltim untuk tahun mendatang.
Syafruddin berharap Kongres Tahunan ini dapat menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi sepak bola Kaltim, terutama dalam mendorong konsolidasi kepengurusan di berbagai daerah.
“Kami ingin organisasi berjalan lebih tertib dan profesional. Dengan statuta baru, semua proses akan memiliki landasan yang lebih kuat,” tutupnya.
Tim Redaksi/55/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

