PSSI Kaltim Siapkan Reformasi dan Evaluasi Total

Caption: Suasana foto bersama momen kongres tahunan PSSI (Muhammad Faisal mengenakan kemeja biru muda)

Portalborneo.id, Samarinda – Upaya pembenahan sepak bola Kalimantan Timur dipastikan akan memasuki babak baru pada 2026. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa konsolidasi internal dan evaluasi menyeluruh akan menjadi agenda utama Asprov PSSI Kaltim dalam memperkuat fondasi organisasi.

Pernyataan tersebut mencuat dalam Kongres Tahunan Asprov PSSI Kaltim yang disiapkan sebagai sarana penataan ulang regulasi, peningkatan pemahaman statuta, serta penguatan sinergi antar-pengurus di tingkat kabupaten/kota.

Menurut Faisal, kongres tahunan tahun depan diharapkan menjadi langkah awal bagi pembenahan lebih serius menjelang agenda besar sepak bola.

“Kongres ini bukan hanya laporan rutin. Tahun depan harus jadi momentum konsolidasi total. Statuta perlu dipahami betul, aturan pusat harus diterapkan tanpa salah tafsir, dan seluruh pengurus harus berada pada satu garis kebijakan,” ujarnya menegaskan.

Berita Lainnya:  Imbas Banjir Lumpur, Warga Sanga Sanga Dalam, Samsun Kecam Aksi Pertambangan CV SSP

Faisal turut menyinggung kembali sejarah emas yang pernah diraih Kaltim dalam cabang sepak bola nasional. Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti bahwa Kaltim memiliki kemampuan bersaing, sehingga kondisi menurunnya performa dalam beberapa tahun terakhir harus menjadi evaluasi bersama.

Menurutnya, sejumlah aspek harus dikaji secara terbuka—mulai dari tata kelola internal organisasi, pola rekrutmen pemain, hingga efektivitas kompetisi daerah. “Harus jujur melihat persoalannya. Apakah di manajemen? Pemain? Atau sistem kompetisi? Semua harus teridentifikasi supaya perbaikannya tepat sasaran,” jelasnya.

Tahun depan juga diproyeksikan menjadi periode krusial karena berdekatan dengan berbagai agenda besar seperti Babak Kualifikasi, FORPRO, dan persiapan menuju PON. Di sisi lain, anggaran olahraga yang semakin ketat membuat strategi pengembangan harus lebih kreatif dan efisien.

Berita Lainnya:  11 Tahun Menanti, Pemkab Kukar Guyur Rp5,5 Miliar Perbaiki Jalan Desa Tani Bhakti

“Dengan anggaran yang terbatas, pengurus harus lebih inovatif. Keterbatasan dana tidak boleh mematikan upaya kita mengejar prestasi,” tegas Faisal.

Ia menekankan bahwa pemerintah tetap memberi perhatian terhadap dunia olahraga, hanya saja seluruh program wajib diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah. Di tengah kondisi itu, Gubernur Kaltim tetap menetapkan target tinggi agar sepak bola kembali menjadi kebanggaan daerah.

“Sepak bola memang hanya satu medali, tapi nilainya tidak bisa diukur dengan angka. Ada gengsi daerah di sana. Kita pernah juara, artinya potensi itu masih ada,” katanya.

Berita Lainnya:  Sarifah Suraidah Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan dan Serap Aspirasi Petani

Sebagai bagian dari strategi pembenahan, Faisal membuka kemungkinan untuk menghadirkan kembali pelatih maupun tokoh yang pernah membawa Kaltim meraih medali emas. Langkah itu dinilai dapat membuka ruang diskusi baru untuk merumuskan strategi yang lebih sesuai dengan perkembangan sepak bola saat ini.

“Tidak ada salahnya kita panggil kembali orang-orang yang dulu pernah membawa kita berjaya. Kita bahas lagi, kita sesuaikan dengan kebutuhan sekarang,” tutupnya.

Tim Redaksi/67/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.