Seno:GratisPol Terobosan Pendidikan Pertama di Indonesia

Wakil Gubernur kaltim Ir.H.Seno Aji

Portalborneo.id, Samarinda – Program GratisPol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur diproyeksikan menjadi salah satu terobosan pendidikan terbesar di Indonesia. Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, menegaskan bahwa program tersebut akan menjadi satu-satunya kebijakan pendidikan gratis yang diterapkan secara menyeluruh, mulai dari tingkat SMA/SMK hingga perguruan tinggi dan pascasarjana.

Dalam agenda pertemuan bersama calon penerima program, Seno Aji menyampaikan bahwa pendidikan gratis bukan hal baru di level global. Banyak negara maju, terutama di kawasan Eropa, telah lama menerapkan sistem pendidikan tanpa biaya.

Beberapa daerah di Indonesia, seperti Papua, juga sudah memulai langkah serupa. Namun, menurutnya, skala dan cakupan GratisPol membuat Kaltim layak disebut sebagai pelopor pendidikan gratis nasional.
“Ini adalah program ambisius dan satu-satunya di Indonesia. Kaltim patut bangga karena menjadi provinsi pertama yang mengambil langkah besar di sektor pendidikan,” ujarnya.

Berita Lainnya:  Empat Daerah Sudah Sentuh 90 Persen Lebih Internet Gratis

Meski fokus utama GratisPol adalah menanggung biaya pendidikan, Seno mengakui bahwa masih ada mahasiswa yang beranggapan bahwa program ini akan membiayai seluruh kebutuhan hidup saat berkuliah. Ia menegaskan bahwa cakupan utama program adalah pembebasan UKT atau biaya sekolah, sesuai dengan konsep dasar pendidikan gratis.

“Pasti ada yang bertanya nanti, ‘Pak, kenapa hanya UKT yang dibayarkan?’ Itulah esensi pendidikan gratis. Yang dibantu adalah biaya sekolahnya, bukan seluruh kebutuhan hidup,” jelasnya.

Meski demikian, Pemprov Kaltim tidak menutup mata terhadap tantangan mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena itu, pemerintah provinsi memperkuat koordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota. Sebagai bentuk dukungan tambahan, masing-masing daerah akan diarahkan untuk menyediakan fasilitas penunjang bagi mahasiswa asal daerahnya.

Berita Lainnya:  Kaltim Mendorong Inovasi Kuliner Lokal Melalui Pelatihan Wirausaha Baru

“Kami sudah mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota. Mereka akan kami dorong menyediakan asrama mahasiswa, serta menyiapkan bantuan biaya hidup melalui program beasiswa kabupaten,” ungkap Seno.

Ia juga menyebutkan bahwa program GratisPol tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar lokal, namun juga terbuka bagi pendatang yang ingin berkuliah di Kaltim. Namun, untuk dapat menikmati fasilitas tersebut, ada syarat domisili yang harus dipenuhi.

“Bagi pelajar luar daerah yang ingin mendapat kesempatan yang sama, silakan pindah domisili bersama orang tua ke Kaltim. Setelah tiga tahun menjadi warga resmi, kalian bisa mengakses GratisPol,” tambahnya.

Berita Lainnya:  Kaltim Matangkan Perda Cagak Gratispol Hingga 30 Puluh Tahun

Ke depan, GratisPol akan menjadi instrumen utama Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan fokus pada perluasan akses pendidikan dan penguatan kolaborasi lintas pemerintahan, program ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya keluarga, serta membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Melalui langkah progresif ini, Pemerintah Provinsi Kaltim ingin memastikan bahwa pendidikan bukan lagi menjadi beban finansial, melainkan hak yang dapat dinikmati seluruh masyarakat. Program ini juga menjadi bagian penting dari upaya mencetak Generasi Emas Kaltim yang lebih unggul dan berdaya saing di masa mendatang.

Tim Redaksi/64/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.