
Portalborneo.id, Kutai Timur – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur telah mengambil inisiatif untuk mengatasi masalah kerusakan jalan dan jembatan secara lebih cepat melalui peluncuran sebuah aksi perubahan. Program ini diberi nama Sigap Jalan, Sinergi Kemitraan Perbaikan Jalan Jembatan.
Aksi perubahan ini secara spesifik bertujuan untuk mempercepat perbaikan jalan dan jembatan dengan mengedepankan sinergi kemitraan. Kemitraan tersebut melibatkan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari pihak perusahaan.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kutim, Wahasuna Aqla, menjelaskan bahwa Sigap Jalan dirancang sebagai wadah komunikasi yang inklusif. Wadah ini mempertemukan masyarakat, pemerintah, dan perusahaan dalam menangani masalah infrastruktur.
Inti dari Sigap Jalan adalah menyediakan saluran untuk menampung laporan dan permasalahan kerusakan jalan serta jembatan yang memerlukan penanganan yang cepat.
Aqla mencontohkan upaya percepatan yang sedang dilakukan. “Dalam pelaksanaan ini kami berupaya memaksimalkan waktu yang ada, sekitar 60 hari dengan laporan yang masuk ada sekitar 10 di Kecamatan Kaliorang dan Kaubun,” ucap Aqla, Minggu (23/11/2025).
Dari total laporan yang masuk, Dinas PUPR Kutim melalui bidang Bina Marga telah menindaklanjuti dua titik kerusakan. Penanganan dua titik ini dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat.
Sigap Jalan memanfaatkan teknologi digital, memungkinkan masyarakat, pemerintah, dan perusahaan untuk melaporkan kondisi darurat jalan dan jembatan melalui tautan online. Laporan yang masuk akan otomatis terintegrasi ke dalam database Sigap Jalan.
Hal ini memastikan bahwa laporan dapat langsung ditanggapi oleh Pemkab Kutim dan dicari solusinya bersama secara efisien.
Aqla menekankan pentingnya infrastruktur yang prima bagi masyarakat. “Jalan dan jembatan mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung konektivitas, mobilitas, dan aksesibilitas masyarakat serta mendukung interaksi sosial dan budaya antar wilayah, karena itu jalan dan jembatan harus selalu dalam kondisi baik,” imbuhnya.
Plt. Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menaruh harapan besar pada keberhasilan program Sigap Jalan. Ia berharap program ini menjadi solusi andalan untuk penanganan kerusakan jalan dan jembatan tanpa harus menunggu proses penganggaran yang cukup panjang. Masyarakat kini dapat melaporkan kerusakan dan bahkan memantau proses penanganannya.
“Semoga aksi ini dapat terus berlanjut dan menjadi solusi atas permasalahan kerusakan jalan jembatan terutama yang sifatnya mendadak dan belum masuk dalam DPA tahun berjalan,” tuturnya. (ADV)

