
Portalborneo.id, Kutai Timur – Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, tidak hanya fokus pada penertiban jam buang sampah, tetapi juga meluncurkan berbagai program inovatif untuk mengelola dan memilah sampah. Langkah ini diambil dengan harapan agar sampah yang selama ini dianggap limbah dapat diubah menjadi berkah ekonomi bagi keluarga.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menjelaskan bahwa pihaknya secara aktif mendorong penerapan Bank Sampah di tingkat RT sebagai solusi efektif untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau pinggir jalan.
Bank Sampah Sebagai Solusi Pengurangan Sampah
Salah satu program andalan yang diterapkan adalah Bank Sampah. Melalui sistem ini, sampah yang sudah dipilah oleh warga dapat ditukar dengan uang atau kebutuhan pokok, sehingga secara otomatis mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut oleh Dinas Kebersihan.
Hasdiah optimis bahwa dengan aktifnya Bank Sampah, persoalan volume sampah dapat teratasi secara signifikan. Ia menyebutkan, melalui bank sampah, maka sampah akan berkurang.
Selain Bank Sampah, Kecamatan Sangatta Utara juga memiliki program unggulan lainnya, yaitu Kampung Beragam. Program ini telah berjalan beberapa tahun belakangan.
Efek Positif Kampung Beragam
Program Kampung Beragam, yang berfokus pada pemilahan dan pengelolaan sampah di tingkat komunitas, terbukti memberikan dampak positif yang nyata. Program ini berhasil mengurangi penumpukan sampah di pinggir jalan hingga mencapai angka 3 persen.
Efektivitas program-program tersebut didukung oleh fakta bahwa sebagian Rukun Tetangga (RT) di Kecamatan Sangatta Utara telah secara konsisten menerapkan Bank Sampah sebagai mekanisme utama dalam memilah sampah. Keberhasilan di tingkat RT ini menjadi model bagi wilayah lain.
Hasdiah menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperluas jangkauan penerapan Bank Sampah. Pihaknya juga akan mengusulkan agar diterapkan bank sampah di Kantor Dinas dan Rumah Sakit yang berada di wilayah Sangatta Utara.
Ajakan Kolaborasi Swasta dan BUMN
Tidak hanya menyasar institusi pemerintah dan layanan publik, Camat Sangatta Utara juga mengimbau sektor swasta, khususnya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sangatta Utara, untuk turut berkontribusi aktif.
Perusahaan-perusahaan tersebut diimbau untuk memiliki dan mengoperasikan Bank Sampah sendiri. Hal ini bertujuan agar tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya dibebankan pada pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta ini merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan rapi. “Sehingga kita saling membantu dan kolaborasi untuk mewujudkan Kecamatan Sangatta Utara bersih dan rapi serta insyaallah kita akan mengejar adipura, mudah-mudahan kita bisa mendapatkannya,” katanya. (ADV)

