Tenggarong Lumpuh Diterjang Banjir Terbesar dalam Satu Dekade

Foto: Banjir Besar di Kukar Genangan meluas hingga kawasan yang jarang terdampak sebelumnya.

Foto: Banjir Besar di Kukar Genangan meluas hingga kawasan yang jarang terdampak sebelumnya.

Portalborneo.id, TENGGARONG — Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, lumpuh akibat banjir bandang yang terjadi sejak Selasa (27/5) pagi. Genangan air meluas ke hampir seluruh titik kota setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak malam sebelumnya. Jalan-jalan utama terendam, sekolah diliburkan, dan warga terpaksa beraktivitas dari lantai dua rumah mereka.

“Dari jam enam pagi air sudah naik. Ini banjir terbesar selama sepuluh tahun terakhir,” kata Ahmad Faisal, warga Jalan Pesut, saat ditemui tim liputan di lokasi. “Wilayah kami ini dataran tinggi, seumur hidup belum pernah kena banjir. Tapi sekarang, hampir semua titik di Tenggarong tergenang.”

Berita Lainnya:  Turunan Muara Rapak Balikpapan Kembali Makan Korban

Faisal menyebut banjir ini bukan persoalan pembangunan atau drainase. “Ini murni faktor alam. Kita sedang musim penghujan. Saya pikir masyarakat bisa menerima, asal bantuan logistik segera disalurkan,” ujarnya. Ia menambahkan, untuk memasak pun warga kini harus berpindah ke lantai atas.

Sejumlah sekolah di Kecamatan Tenggarong pun meniadakan kegiatan belajar mengajar. Aktivitas warga nyaris lumpuh total. Petugas dari BPBD, Damkar, dan kepolisian dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengamanan di titik-titik terdampak parah, seperti Jalan Belida, Jalan Naga, hingga kawasan Wolter Monginsidi.

Berita Lainnya:  Pemkab Kutai Kartanegara Dorong ASN Kuasai Teknologi untuk Pilkada 2024 yang Transparan

Menurut keterangan Gilang Irwan, petugas BMKG Samarinda, wilayah Kutai Kartanegara memang sedang berada pada puncak musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tergolong menengah hingga tinggi. “Di wilayah tengah hingga utara Kukar, curah hujan diperkirakan mencapai 100 sampai 150 milimeter per sepuluh hari,” ujar Gilang kepada iNews.

Wilayah pesisir Kukar, seperti yang berbatasan langsung dengan Kota Samarinda, juga tercatat memiliki curah hujan harian sekitar 50 milimeter. “Itu masih kategori menengah, tapi karena berlangsung terus-menerus, dampaknya bisa signifikan,” kata Gilang.

BMKG Samarinda telah mengeluarkan peringatan dini cuaca dan meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui akun Instagram mereka di @bmkg_samarinda_. “Walaupun musim kemarau diperkirakan baru mulai akhir Juni, saat ini curah hujan masih tinggi. Masyarakat tetap harus waspada,” ujar Gilang.

Berita Lainnya:  Pemprov Kaltim Belum Tuntaskan Ganti Rugi Lahan Ring Road

Hingga siang hari, hujan belum juga reda di sebagian besar wilayah Tenggarong. Sejumlah warga mulai mengeluhkan sulitnya akses keluar rumah dan terbatasnya bahan makanan. Mereka berharap penyaluran logistik dari pemerintah daerah segera dilakukan, termasuk makanan siap saji dan kebutuhan darurat lainnya.

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.