Pintu Air SKM Jadi Harapan Baru Atasi Banjir Samarinda, Anggaran Capai Rp700 Miliar

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Yusrul Hana.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Yusrul Hana.

Portalborneo.id, Samarinda – Upaya pengendalian banjir di Samarinda terus dikebut. Salah satu langkah strategis terbaru adalah rencana pembangunan pintu air di Sungai Karang Mumus (SKM), yang digadang-gadang mampu mengatur arus sungai saat debit air melonjak pada musim penghujan.

Hal ini mendapat dukungan penuh dari anggota komisi III DPRD Samarinda, Yusrul Hana. Menurutnya, proyek pintu air merupakan solusi jangka panjang dibandingkan penanganan sementara seperti pengerukan.

“Penanganan banjir harus berkelanjutan, jangan hanya sementara,” Ungkap Yusrul. Jum’at (11/7/2025).

Selain itu, Yusrul menyebutkan keberadaan pintu air akan membantu mengatur ritme arus sungai saat air pasang, sehingga upaya normalisasi SKM melalui pengerukan sedimen bisa memberikan hasil lebih maksimall.

Berita Lainnya:  IPM Samarinda Tertinggi di Kaltim, Sri Puji Beri Apresiasi

Namun, proyek ambisius ini tidak murah. Biaya pembangunan pintu air diperkirakan mencapai Rp600 hingga Rp700 miliar. Pemerintah Kota Samarinda pun disebut telah mengajukan dukungan anggaran ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Ini juga bagus, melibatkan pusat. Tak mungkin hanya mengandalkan APBD. Perlu lintas sektor,” Jelas Yusrul.

Dengan melibatkan pemerintah pusat, politisi dari partai Gerindra itu berharap rencana ini dapat segera terealisasi. Warga pun menanti hadirnya solusi nyata, bukan hanya janji, agar banjir tahunan di Samarinda benar-benar bisa dikendalikan. (Adv)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.