Poltekkes Kaltim Gencar KB dan Tumbuh Kembang Anak

Caption: Suasana Tim Poltekkes Kemenkes Kaltim foto bersama warga usai melakukan giat literasi keluarga sehat.

Portalborneo.id, Samarinda – Upaya peningkatan literasi keluarga sehat di Benua Etam diperkirakan semakin menguat setelah tim dosen dan mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar penyuluhan Keluarga Berencana (KB) dan tumbuh kembang anak.

Kegiatan yang berlangsung terhadap warga di sekitaran RT 14, Kelurahan Lok Bahu, Kota Samarinda pada Sabtu, (11/10/2025) tersebut menjadi langkah awal dari rangkaian program edukasi kesehatan komunitas yang rencananya terus diperluas pada 2026.

Bertempat di Balai Pertemuan Warga RT 14, penyuluhan ini muncul dari temuan lapangan bahwa sebagian besar pasangan usia subur membutuhkan peningkatan pengetahuan tentang pentingnya perencanaan keluarga dan stimulasi tumbuh kembang anak.

Berita Lainnya:  Kasus Air Sabu Diminum Balita 3 Tahun, Polresta Samarinda Tetapkan 1 Tersangka

Materi yang disampaikan meliputi pengertian KB, jenis-jenis kontrasepsi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, serta peran KB dalam menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Pada sesi tumbuh kembang anak, tim juga mengulas tahapan perkembangan anak sejak bayi hingga usia balita, termasuk praktik stimulasi dan cara melakukan skrining tumbuh kembang.

Ketua Jurusan Keperawatan Ibu sekaligus Ketua Pengabmas, Dr. Ns. Andi Lis Arming Gandini, S.Kep., M.Kep, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun fondasi keluarga yang lebih sehat di tingkat RT.

Berita Lainnya:  Ketua Bapemperda DPRD Samarinda Pastikan 23 Raperda akan Disahkan

“Keluarga Berencana bukan hanya soal menunda kehamilan. Kami ingin memastikan setiap anak lahir dalam kondisi terbaik, dengan jarak ideal, serta mendapatkan stimulasi yang benar pada lima tahun pertama kehidupannya,” ujarnya.

Sebanyak 45 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari pasangan usia subur, ibu dengan balita, hingga bapak-bapak yang ingin memahami program KB dan pemantauan tumbuh kembang.

Tim Poltekes Kemenkes Kaltim juga melakukan skrining status gizi balita yang hadir. Hasil awal menunjukkan bahwa sekitar 90 persen ibu telah mengetahui dasar KB dan memahami tahap perkembangan anak sesuai usia.

Berita Lainnya:  Jalan Poros Samarinda–Tenggarong Terputus, Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif

Sejalan dengan itu, Ketua RT 14, Abdul Hamid, menilai kegiatan ini memberi dampak nyata.

“Banyak orang tua yang sebelumnya hanya mengandalkan pengalaman atau mitos. Sekarang warga mendapat informasi yang benar tentang gizi, cara bermain yang mendidik, sampai pilihan kontrasepsi yang tepat,” katanya.

Ke depan, Poltekkes Kemenkes Kaltim berencana memberikan pelatihan lanjutan bagi kader Posyandu RT 14 agar mampu melakukan monitoring tumbuh kembang secara mandiri.

Program ini bahkan diproyeksikan untuk direplikasi ke RT lain di Kelurahan Lok Bahu pada tahun berikutnya.

Tim Redaksi/FR

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.