TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk tetap merealisasikan 17 program dedikasi pada tahun 2026 meskipun proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menurun pada kisaran Rp6,5–7 triliun. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, memastikan bahwa seluruh program prioritas tetap berjalan, termasuk Program 100 Miliar per Kawasan Pedesaan Idaman Terbaik yang menjadi unggulan daerah. Aulia menyebut program tersebut merupakan fondasi pemerataan pembangunan desa yang dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Menurut Aulia, Program 100 Miliar tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi desa melalui sektor pertanian dan perikanan. Ia menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas petani, perluasan lahan tanam, dan kenaikan hasil panen menjadi target yang harus dicapai demi memperkuat ketahanan pangan daerah. Pengembangan sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya, juga menjadi salah satu komponen yang akan terus didorong agar memberikan hasil yang lebih optimal bagi para pelaku usaha lokal.
Lebih jauh, Bupati Aulia mengungkapkan ada lima kawasan yang menjadi prioritas pelaksanaan Program 100 Miliar. Namun sebelum proses implementasi berjalan, pemerintah daerah masih melakukan kajian komprehensif untuk memastikan penyaluran anggaran benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, ketepatan pelaksanaan sangat berpengaruh terhadap output dan outcome program yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Aulia menegaskan bahwa meski seluruh program akan tetap dijalankan, alokasi anggaran di setiap kawasan mungkin tidak sama. Penyesuaian dilakukan berdasarkan urgensi dan prioritas pembangunan yang ditemukan melalui evaluasi lapangan. Dengan demikian, pemerintah dapat memastikan bahwa dana publik digunakan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi warga.
Ia juga menekankan pentingnya pengendalian proses pelaksanaan program. Menurutnya, pengawasan yang ketat menjadi kunci untuk memastikan hasil akhir program dapat terukur dan sesuai target. Pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme evaluasi dan monitoring berlapis agar tidak terjadi penyimpangan selama program berjalan.
Di akhir pernyataannya, Bupati Aulia berharap seluruh program dedikasi yang dijalankan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah harus memastikan keseimbangan antara kebutuhan fisik, ekonomi, dan sosial. “Fokus utama kita adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya. (Adv/ProkomKukar)

