
Portalborneo.id, Kutai Timur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan komitmennya dalam pemerataan layanan kesehatan, bukan hanya di daerah perkotaan, tetapi juga hingga wilayah pedalaman dan pesisir.
Dalam beberapa pekan terakhir, tenaga kesehatan dari berbagai profesi dikerahkan untuk memberikan pelayanan langsung di lapangan guna memastikan masyarakat mendapatkan akses kesehatan yang layak tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan utama.
Upaya tersebut dimulai dengan penguatan peran Puskesmas melalui kegiatan internal untuk meningkatkan sinergi, kapasitas, dan kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan lapangan.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan pelayanan sosial serta pengobatan massal di beberapa kecamatan yang selama ini membutuhkan perhatian lebih, seperti Kaliorang, Sandaran, dan Sangkulirang.
Kegiatan pelayanan yang dilakukan di lokasi-lokasi tersebut disambut antusias oleh masyarakat.
Tidak hanya pemeriksaan kesehatan rutin, masyarakat juga mendapatkan akses konsultasi dengan tenaga kesehatan tanpa dipungut biaya.
Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menegaskan bahwa kebijakan pelayanan kesehatan berbasis kunjungan lapangan merupakan langkah yang diprioritaskan.
“Kami ingin layanan kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di wilayah yang aksesnya jauh dari fasilitas kesehatan,” ujar Sumarno, Jumat (14/11/2025)
Ia menyebutkan bahwa pemerataan layanan kesehatan menjadi salah satu fokus penting pemerintah daerah, terutama untuk memastikan seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Sumarno juga memastikan bahwa rangkaian pelayanan kesehatan masih terus berlanjut dan belum berhenti pada kegiatan sebelumnya.
Pada 28–29 November 2025, Dinkes Kutim akan menggelar pengobatan katarak gratis di Kecamatan Wahau sebagai langkah untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan.
Kegiatan tersebut akan dipadukan dengan pembagian kacamata gratis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bagi warga yang membutuhkannya.
Menurutnya, banyak warga yang menunda pengobatan mata karena kendala biaya maupun jarak untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kegiatan ini bertujuan meringankan beban masyarakat, agar mereka yang mengalami gangguan penglihatan dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” jelas Sumarno.
Dengan serangkaian pelayanan kesehatan berbasis lapangan ini, Dinkes Kutim menegaskan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat adalah proses yang harus dilakukan secara menyeluruh dan merata.
Pemerintah daerah berkomitmen memastikan tidak ada wilayah atau kelompok masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan akses kesehatan, baik di kota maupun desa. (ADV)

