
Portalborneo.id, Kutai Timur – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat langkah pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi melalui kegiatan Sosialisasi Program Produk Ekspor, yang digelar pada 12–14 November 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong produk-produk lokal Kutim agar mampu bersaing di pasar internasional.
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
“Kami ingin agar kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi tempat tinggal dan usaha, tapi juga menjadi kawasan yang berdaya saing dan mampu menghasilkan produk ekspor,” ujar Roma.
Program ini merupakan bagian dari transformasi besar dalam pembangunan transmigrasi yang kini diarahkan pada tiga pilar utama Transformasi Tuntas, Patriot, dan Karyanusa. Melalui konsep tersebut, masyarakat transmigran didorong menjadi pelaku ekonomi yang tangguh, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi.
“Transformasi transmigrasi bukan sekadar pembangunan fisik, tapi perubahan pola pikir masyarakat agar mampu menembus pasar modern dan global,” imbuhnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Disnakertrans Kutim berupaya menghadirkan sinergi lintas sektor, mulai dari pelaku usaha, instansi pemerintah, hingga lembaga kepabeanan dan perdagangan internasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk-produk unggulan Kutim menuju pasar ekspor.
Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia di kawasan transmigrasi, program ini juga menjadi langkah awal menuju terbentuknya sentra ekonomi baru di Kutim.
Produk-produk lokal seperti hasil pertanian, perkebunan, dan olahan kreatif masyarakat diyakini memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.
Roma juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen hadir sebagai fasilitator yang membuka akses dan peluang bagi masyarakat. Dengan dukungan kebijakan yang berpihak dan pembinaan berkelanjutan, Kutim diharapkan mampu membangun rantai ekonomi yang berorientasi ekspor.
“Harapan kami, semangat ini menjadi titik awal bagi Kutim untuk tampil di kancah nasional maupun internasional lewat produk-produk unggulan daerah,” tutup Roma.
Kegiatan ini menandai babak baru bagi kawasan transmigrasi di Kutim, dari sekadar wilayah pemukiman menuju pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing global. (ADV)

