
Portalborneo.id, Kutai Timur – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk memberdayakan perempuan di kawasan transmigrasi.
Melalui program pelatihan desainer garment hasil kerja sama dengan CSR PT Indexim Coalindo, puluhan peserta, mayoritas perempuan, dilatih menjadi tenaga kerja kreatif dan produktif.
Para peserta dilatih untuk memahami desain, pola, hingga pengembangan produk agar bisa bersaing di industri fashion lokal dan nasional. Pelatihan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi ibu rumah tangga agar dapat berkontribusi terhadap ekonomi keluarga.
Kepala Disnakertrans Kutim, Dr. Drs. Roma Malau, S.E., M.M., menilai bahwa pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kutim. Menurutnya, ketika perempuan aktif dan produktif, kesejahteraan keluarga akan meningkat.
“Kita ingin ibu-ibu di Kutim tidak hanya sibuk di rumah, tapi juga punya keterampilan yang menghasilkan. Daripada sibuk ngerumpi di tetangga, lebih baik cari cuan,” ujarnya disambut tawa peserta.
Program ini, merupakan hasil sinergi positif antara pemerintah dan dunia usaha. CSR perusahaan menjadi mitra strategis dalam menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Tanpa dukungan perusahaan, pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Karena itu, kerja sama seperti ini harus terus diperkuat agar pelatihan benar-benar berdampak nyata,” tambahnya.
Selain pelatihan desainer, Disnakertrans Kutim juga membuka berbagai program keterampilan lain, seperti barista dan kewirausahaan kuliner. Beberapa alumni pelatihan bahkan telah membuka kafe dan usaha kecil di Sangatta Selatan, menunjukkan bahwa pelatihan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Roma berharap agar perempuan transmigran yang telah dilatih tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus berkembang menjadi pengusaha mandiri. Ia menilai, kemandirian perempuan akan menciptakan keluarga yang lebih sejahtera dan harmonis.
“Perempuan punya kekuatan besar untuk mengubah perekonomian keluarga. Ketika mereka mandiri, otomatis daerah juga ikut tumbuh,” pungkasnya. (ADV)

