Portalborneo.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menggerakkan fase awal Program Gratispol, bantuan seragam gratis bagi siswa baru SMA/SMK sederajat. Distribusi yang kini memasuki gelombang pertama diperkirakan akan semakin intens seiring dengan selesainya proses produksi dan verifikasi mutu seragam.
Pada tahap perdana ini, sekitar 7.500 paket seragam disebut sudah mengalir ke sekolah-sekolah di dua kota besar: Samarinda dan Balikpapan. Kedua wilayah tersebut menjadi prioritas berdasarkan jumlah peserta didik baru yang lebih besar dibanding daerah lain, serta kesiapan logistik yang memungkinkan pendistribusian lebih cepat.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyampaikan bahwa beberapa hari terakhir menjadi periode paling aktif dalam pergerakan seragam Gratispol. Ia memastikan bahwa penyaluran akan terus diperluas setelah kebutuhan di dua kota utama mulai terpenuhi.
“Perkiraannya sekitar 7.500 paket sudah bergerak dalam beberapa hari ini. Kami dahulukan Samarinda dan Balikpapan, setelah itu daerah lain menyusul secara bertahap,” ujarnya.
Rahmat menegaskan bahwa baik sekolah negeri maupun swasta mendapat jatah seragam secara merata. Prinsip pemerataan ini, menurutnya, menjadi dasar dalam seluruh perencanaan distribusi program.
Meskipun begitu, Disdikbud Kaltim masih menghadapi sedikit ketertinggalan akibat sejumlah kendala pada tahap pengadaan. Proses lelang yang berjalan bertahap serta kebutuhan menjaga kualitas pakaian menjadi faktor utama yang memperlambat penyelesaian distribusi awal.
“Kita tinggal menyelesaikan kekurangan sedikit lagi. Lelangnya kemarin harus dilakukan bertahap karena seragam sekolah punya kriteria khusus, jadi kualitasnya harus dipastikan,” jelas Rahmat.
Ia juga menambahkan bahwa pengadaan tahun ini masih mengandalkan produsen dari luar Kaltim lantaran menggunakan anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Namun, arah kebijakan tahun berikutnya akan berbeda. Pemprov menargetkan penjahit lokal Kaltim dapat dilibatkan penuh sepanjang mampu memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan.
“Ke depan kita ingin semua seragam diproduksi lokal, tapi spesifikasinya harus sama. Jahitannya, materialnya, harus seragam standarnya,” katanya.
Program Gratispol dijadwalkan menjadi program berkelanjutan setiap tahun untuk siswa baru, sekaligus mempertegas komitmen Pemprov Kaltim dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan terjangkau.
Dengan gelombang awal distribusi yang mulai berjalan lancar, penyaluran seragam diperkirakan menjangkau lebih banyak daerah dalam waktu dekat, membuka tahap baru dalam realisasi program pendidikan unggulan tersebut.
Tim Redaksi/80/ Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

