
Portalborneo.id, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat pemerataan layanan kesehatan melalui model pelayanan langsung ke masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim tidak lagi bergantung pada pelayanan berbasis fasilitas, tetapi memilih mendatangi masyarakat di wilayah pedalaman guna memastikan seluruh warga mendapatkan hak yang sama atas layanan kesehatan.
Dalam beberapa pekan terakhir, tim medis dari berbagai profesi terjun langsung ke sejumlah wilayah kecamatan Kutim.
Pelayanan yang diberikan tidak hanya berupa pemeriksaan fisik, tetapi juga konsultasi kesehatan dan edukasi pencegahan penyakit secara gratis.
Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa pendekatan ini hadir karena masih banyak warga yang tidak dapat menjangkau Puskesmas akibat keterbatasan biaya dan jarak.
“Kami melihat sebagian masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, tetapi tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan. Karena itu, kami membawa layanan langsung ke tempat mereka,” ujar Sumarno.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memperluas dan mempertahankan pola layanan berbasis kunjungan lapangan, mengingat respon masyarakat sangat positif dan terbukti membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian kesehatan.
Dinkes Kutim menegaskan bahwa pemerataan akses layanan kesehatan menjadi agenda jangka panjang, bukan kegiatan yang berlangsung sesaat.
Sumarno memastikan bahwa pendekatan jemput bola ini akan terus dilanjutkan untuk mengurangi kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah, termasuk di pedalaman dan pesisir. (ADV)

