Portalborneo.id, Samarinda – Bak meteor yang melesat cepat, Lilo Edu Nusantara & Yose Alias Your Open Skill Education langsung menunjukkan taringnya di dunia musik klasik meski baru berdiri pada pertengahan Mei 2026.
Salah Satu Unit pendidikan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 5, Samarinda, itu sukses menjadi wadah bagi putra-putri Kaltim untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus mengejar prestasi hingga level bergengsi.
Gebrakan tersebut terlihat dari kiprah tujuh peserta dalam Lumina Signature Piano Festival 2026 tingkat nasional pada awal bulan Juli.
Dalam waktu sekitar satu setengah bulan pembinaan, para peserta berhasil menyabet enam medali perak dan satu medali perunggu.
Tentunya, hasil tersebut menjadi pencapaian mencolok bagi lembaga yang usianya masih terbilang sangat muda.
Tak berhenti di panggung nasional, talenta binaan Yose kembali memperlihatkan kelasnya dalam IOMF Award tingkat internasional pada akhir bulan Juli 2026.
Sebanyak empat penghargaan emas, empat perak, dan tiga diamond berhasil dikoleksi. Dua peserta dari jenjang SMP dan sejumlah pelajar SD turut menjadi bagian dari torehan membanggakan tersebut.
Pengajar sekaligus person in charge Yose, Yofi Yochi, menyebut pencapaian itu menjadi kejutan sekaligus kebanggaan tersendiri.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembentukan dasar musikal yang konsisten.
Metode pembelajaran yang diterapkan tidak sekadar mengajarkan peserta memainkan lagu.
“Para siswa terlebih dahulu ditempa melalui kemampuan membaca notasi, kepekaan pendengaran, solfeggio, ketepatan tempo, koordinasi tangan, hingga kedisiplinan menggunakan metronom”, imbuhnya.
Bagi Yofi, kemampuan mengikuti tempo merupakan salah satu fondasi penting dalam musik klasik. Ketika jemari bergerak mengikuti partitur, telinga juga dilatih untuk peka terhadap ketukan.
Kebiasaan tersebut diyakini bukan hanya membentuk musikalitas, tetapi juga menanamkan sikap tertib, patuh terhadap waktu, dan konsisten.
Keunggulan lain Yose terletak pada fasilitasnya. Enam piano upright dan satu grand piano akustik dari Jepang disiapkan untuk menunjang proses latihan.
Seluruh perangkat tersebut menjadi sarana pendukung agar peserta tidak sekadar berlatih, tetapi memperoleh pengalaman bermain instrumen dengan kualitas yang lebih optimal.
Dari sisi tenaga pengajar, Yose diperkuat enam instruktur yang memiliki latar belakang pendidikan seni dan musik.
Komposisinya terdiri atas dosen, guru, serta lulusan bidang seni. Pengalaman akademik tersebut menjadi modal dalam menerapkan metode yang disesuaikan dengan karakter dan psikologi setiap anak.
Yose sendiri lahir dari kolaborasi Yofi bersama Sherly, pemilik lembaga yang juga memiliki latar belakang pendidikan hingga jenjang S1 dan S2 di China serta mengajar Bahasa Mandarin.
“Selain musik, Lilo Edu Nusantara juga menyediakan pembelajaran matematika dan bahasa,” sebut Yofi yang juga merupakan Dosen FIB Universitas Mulawarman (Kampus terbesar di Benua Etam) Prodi Etnomusikologi.
Lebih lanjut, Yofi mengakui skill memang utama di dalam dunia musik, namun bagaimana metode psikologi, maupun metode metronom yang digunakan pengajar dapat diterima dan menjadi ruh atau keberhasilan terbentuknya karakter murid ke depan berkaitan seni musik.
“Nilai itu yang perlu, dan sudah dimiliki setiap instruktur di Lilo Edu Nusantara & Yose Kota Samarinda.”
Ke depan, Yose menargetkan kembali mengirimkan peserta ke sejumlah kompetisi. Pada September, mereka dijadwalkan mengikuti lomba di Balikpapan, disusul kompetisi daring pada Oktober yang berpeluang membuka jalan menuju Singapura hingga Vietnam.
Yofi juga berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap talenta seni Kaltim.
Menurutnya, prestasi anak daerah di bidang musik layak mendapat dukungan agar mampu membawa nama Samarinda dan Kalimantan Timur semakin berkibar di tingkat nasional maupun internasional.
Unit Pendidikan ini bisa juga diakses online dengan mengunjungi Instagram @Yosemusic atau Youtube @YoseSamarinda.
Tim Redaksi

