Portalborneo.or.id, Samarinda – Dalam upaya meningkatkan peran masyarakat dalam menciptakan solusi untuk kebutuhan lokal, Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat, Sumber Daya Alam (SDA), dan Teknologi Tepat Guna (TTG) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim mendorong inovasi di tingkat desa melalui penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG).
Menurut Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMPD Kaltim, Muriyanto, TTG lebih fokus pada pengembangan alat-alat yang dirancang oleh inovator lokal untuk mengatasi berbagai permasalahan di kampung. Tujuan utamanya adalah untuk mempermudah aktivitas sehari-hari warga.
“TTG memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi secara digital. Sebagai contoh, di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), telah berhasil diciptakan alat penyaring air asin menjadi air tawar,” ungkap Muriyanto.
Ia menambahkan bahwa berbagai inovasi lainnya juga telah muncul, seperti alat mesin rumput yang menggunakan aki bekas, alat perontok padi, dan lain sebagainya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Muriyanto menekankan bahwa inovasi desa harus mempertimbangkan kemampuan keuangan desa, mengingat desa tidak memiliki sumber dana tetap. Oleh karena itu, DPMPD Kaltim memberikan pembinaan kepada masyarakat melalui kegiatan TTG yang diadakan setiap tahun.
“Dengan pembinaan ini, terdapat forum pertemuan untuk menampilkan karya inovatif masyarakat desa, yang nantinya akan dinilai oleh juri untuk menentukan kategori terbaik,” tutupnya.
(adv)

