Kutim Kebut Pemerataan Listrik, 15 Desa Ditarget Rampung Awal 2026

Portalborneo.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mempercepat pemerataan layanan listrik di wilayah yang hingga kini belum terjangkau jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sebanyak 15 desa masuk prioritas percepatan dan ditargetkan tersambung pada awal 2026, sesuai komitmen PLN kepada pemerintah daerah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tersebut menjadi prioritas strategis mengingat layanan listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia menuturkan bahwa pemerintah intens memperkuat koordinasi lintas sektor agar proses penyambungan dapat berjalan sesuai jadwal.

“PLN sudah menetapkan target Januari–Februari 2026 dan kami memastikan seluruh dukungan daerah siap agar pekerjaan tidak terhambat,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Berita Lainnya:  Dispora Buka Ruang Komunikasi dan Diskusi untuk Pemuda

Pemkab Kutim juga meluruskan informasi terkait jumlah desa yang belum teraliri listrik PLN.

Ardiansyah menekankan bahwa jumlah yang benar adalah 15 desa, bukan 13 sebagaimana sempat beredar sebelumnya.

Koreksi ini diperlukan agar arah perencanaan lebih tepat dan sesuai kebutuhan lapangan.

“Data harus akurat yaitu 15 desa yang masuk daftar, kita bisa mengatur intervensi lebih terarah,” tegasnya.

Sejumlah desa yang menjadi prioritas berada di wilayah pesisir, perbukitan, hingga kawasan dengan akses jalan yang terbatas.

Kondisi ini menambah tantangan teknis, namun pemerintah memastikan proses pembangunan tetap berjalan.

Berita Lainnya:  Pemdes Saliki Hadirkan Inovasi, BUMDes dan PDAM Bersinergi Cegah Krisis Air Bersih

Selain itu, sejumlah desa seperti Pulau Miang, Tadoan, dan Sandaran telah lebih dulu mendapatkan penerangan berbasis energi surya, sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terbantu sambil menunggu jaringan PLN masuk.

Pemerintah daerah juga meminta pemerintah kecamatan dan desa untuk aktif memberikan pendampingan, terutama terkait pemetaan kebutuhan, penyediaan lahan pendukung, hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Dengan seluruh langkah percepatan tersebut, Pemkab Kutim optimistis target penyelesaian awal tahun dapat tercapai dan pemerataan layanan energi dapat dirasakan seluruh masyarakat.(ADV)

Loading

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.