Portalborneo.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembali mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor olahraga. Melalui kerja sama antara Dinas Pemuda dan Olahraga bersama Askab PSSI Kukar, pelatihan Lisensi Wasit C3 Nasional resmi digelar dan diikuti 40 peserta dari berbagai kecamatan. Program ini dirancang untuk mempersiapkan wasit yang mampu bertugas di berbagai level pertandingan. Penyelenggara menilai pelatihan tersebut sangat penting bagi pengembangan sepak bola daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini dianggap sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mencetak wasit berlisensi nasional. Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai aturan pertandingan dan standar perwasitan. Pemerintah berharap hasil pelatihan mampu menciptakan SDM yang profesional dan siap bersaing. Pelatihan ini juga menjadi wujud peningkatan kualitas pembinaan sepak bola di Kukar.
Ahyani Fadianur Diani selaku Asisten II Setkab Kukar hadir membuka kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa antusiasme peserta menunjukkan perkembangan positif dunia perwasitan di Kukar. Menurutnya, kemajuan sepak bola daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas wasit yang memimpin pertandingan. “Ini kemajuan yang membanggakan. Dunia perwasitan tidak membatasi gender, dan kehadiran wasit perempuan menjadi bukti bahwa olahraga sepak bola bisa digeluti siapa saja,” ujarnya.
Ia juga menyoroti keberadaan wasit perempuan dari sejumlah kecamatan seperti Kembang Janggut, Kota Bangun, dan Kenohan. Keterlibatan mereka dianggap sebagai bukti bahwa pembinaan olahraga kini semakin inklusif. Kesempatan untuk meniti karier sebagai wasit disebut terbuka bagi siapa pun yang memiliki kemauan kuat untuk belajar. Pemerintah menyambut baik keberagaman tersebut dalam dunia perwasitan.
Ahyani menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat berlanjut sebagai program pembinaan yang berkesinambungan. Ia menjelaskan bahwa Kukar membutuhkan lebih banyak wasit muda yang berkompeten untuk mendukung berbagai kompetisi daerah. Selain itu, ia menyebut pengiriman tim sepak bola putri Kukar ke ajang nasional juga menjadi kebanggaan tersendiri. “Kita ingin kegiatan seperti ini terus berjalan dan menjadi program pembinaan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa para atlet putri yang dikirim ke Yogyakarta diharapkan mampu membuktikan kemampuan terbaik mereka. Pemerintah optimistis bahwa kiprah tim sepak bola putri dapat mengharumkan nama Kukar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas ruang pembinaan olahraga bagi berbagai kelompok masyarakat. Program perwasitan pun menjadi bagian dari strategi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ahyani menegaskan bahwa kualitas seorang wasit bukan hanya dinilai dari kemampuannya dalam memimpin pertandingan. Ia menilai bahwa aspek mental dan sikap profesional juga menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas perwasitan. “Mental yang baik akan memengaruhi kualitas pertandingan,” tegasnya.
Ia menyebut bahwa integritas, disiplin, serta kemampuan menjunjung sportivitas wajib dimiliki setiap wasit. Pemerintah berharap pembinaan yang diberikan mampu membentuk karakter tersebut sejak awal. Dengan begitu, wasit yang lahir dari pelatihan ini dapat menjalankan tugas secara profesional. Peserta diharapkan mampu membawa standar perwasitan daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

