Dari Kukar ke Kampus Agama: Anfa Raih Mimpi Lewat GratisPol

Portalborneo.id, Samarinda — Program beasiswa pendidikan tinggi GratisPol yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menjadi salah satu program paling diminati mahasiswa baru pada tahun akademik mendatang.

Banyak penerima manfaat menilai bahwa program ini benar-benar membuka peluang pendidikan lebih luas bagi masyarakat. Salah satunya adalah Anfa Olivia Rismanurwestianti.

Ia merupakan mahasiswi semester satu Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), yang berbagi ceritanya mengenai proses pendaftaran hingga harapannya terhadap masa depan program tersebut.

Anfa, yang kini tinggal di sebuah rumah kos dekat kampus, berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara. Meski harus merantau untuk melanjutkan studi, ia merasa terbantu karena biaya kuliah sepenuhnya ditanggung pemerintah.

“Program GratisPol ini sangat membantu, Kak. Kami jadi bisa fokus kuliah tanpa mikirin UKT. Apalagi bagi mahasiswa yang masih belajar menata waktu,” ungkapnya dalam wawancara.

Berita Lainnya:  PSSI Kaltim Gelar Kongres Tahunan, Statuta Baru Siap Disahkan

Ia mengaku mengenal program ini dari informasi yang beredar di media sosial serta dari teman-teman satu prodi. Banyaknya mahasiswa yang mendaftar membuatnya ikut mencoba.

“Awalnya cuma penasaran karena banyak teman daftar. Ternyata lolos juga,” katanya.

Menurutnya, pengumuman kelulusan disampaikan melalui grup Prodi, di mana daftar nama penerima dari tiap kampus diumumkan secara resmi.

Sebagai mahasiswi baru, Anfa juga membagikan motivasinya berkuliah. Ia memiliki cita-cita menjadi guru Pendidikan Agama Islam, sesuai dengan program studi yang ia ambil.

Ketika ditanya mengenai kesempatan melanjutkan ke jenjang S2 atau S3 melalui perluasan program GratisPol, ia tidak menutup kemungkinan.

“Kalau masih ada peluang dan programnya lanjut, saya ingin juga. Tapi masih dipikirkan dulu,” ujarnya.

Berita Lainnya:  Gratispol:UKT ditanggung Provinsi, LIPKos Sinergi Kabupaten/Kota

Anfa menambahkan bahwa keluarganya sangat mendukung keputusan ia berkuliah di kampus berbasis pendidikan agama.

“Orang tua senang waktu saya bilang mendapat beasiswa. Jadi mereka tinggal fokus bantu biaya makan dan tempat tinggal saja,” jelasnya.

Ia juga mengaku proses pendaftaran beasiswanya berjalan lancar. Jika ada data yang kurang, pihak kampus langsung memberi arahan sehingga mahasiswa tidak bingung.

“Mereka bantu banget, Kak. Jadi prosesnya terasa lebih mudah,” tambahnya.

Menariknya, Anfa memastikan bahwa ia tidak mengeluarkan biaya apa pun saat proses pendaftaran.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Kaltim yang menyatakan bahwa apabila ada mahasiswa yang terlanjur membayar biaya administrasi pendaftaran, pemerintah akan mengembalikannya melalui mekanisme remburs.

Berita Lainnya:  Wakil Bupati Rendi Solihin Sambangi Lokasi Kebakaran di Desa Sumber Sari

“Aman, Kak. Saya enggak keluar uang sama sekali,” katanya.

Di akhir wawancara, Anfa menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar program GratisPol tidak hanya berjalan selama masa kepemimpinan saat ini, tetapi juga dapat diteruskan oleh kepala daerah berikutnya.

“Semoga program ini selalu ada setiap tahun. Biar anak-anak Kaltim punya kesempatan lebih besar untuk kuliah. Jadi meskipun jabatan berganti, program ini tetap jalan,” ucapnya optimis.

Ke depan, program GratisPol diproyeksikan menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

Melalui dukungan mahasiswa penerima beasiswa seperti Anfa, Pemprov berharap lahir generasi muda yang lebih siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Tim Redaksi/63/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.