Portalborneo.id, Samarinda — Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur kembali mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati saat menyiapkan berkas pengajuan Beasiswa Gratispol.
Peringatan ini disampaikan Kabiro Kesra, Dasmiah, setelah pihaknya mencatat dua jenis kesalahan yang paling sering membuat permohonan mahasiswa gugur di sistem.
Dasmiah menjelaskan bahwa sebagian besar penolakan terjadi akibat penggunaan materai yang tidak sesuai ketentuan. Ada mahasiswa yang menempelkan materai bekas, bahkan mencoba menggandakan materai untuk beberapa dokumen sekaligus. Padahal, proses verifikasi kini sudah otomatis dan mampu mendeteksi keaslian materai.
“Kalau diminta lima materai, ya harus lima materai baru. Jangan memakai ulang atau memalsukan. Harga satu materai hanya sekitar Rp10 ribu, jadi total Rp50 ribu. Itu pengeluaran yang sangat kecil dibandingkan nilai beasiswa yang bisa diterima,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan seperti itu justru merugikan mahasiswa sendiri, karena sistem langsung menolak berkas begitu ada ketidaksesuaian. “Begitu terdeteksi tidak asli, permohonan batal. Tidak ada kompromi,” tambahnya.
Selain materai, penulisan NIK yang keliru juga menjadi masalah yang kerap terjadi. Banyak mahasiswa memasukkan angka yang tertukar atau tidak sesuai dengan data kependudukan. Akibatnya, sistem validasi menolak otomatis sebelum berkas masuk tahap pemeriksaan manual.
“Salah satu angka saja sudah cukup membuat seluruh berkas tidak bisa diproses. Ini sering terjadi karena kurangnya ketelitian,” jelasnya.
Dasmiah menyayangkan masih adanya mahasiswa yang kurang aktif mencari informasi. Padahal, seluruh panduan dan persyaratan sudah disampaikan melalui kanal resmi, termasuk langkah-langkah yang harus dipenuhi sebelum berkas diunggah.
“Mahasiswa itu harusnya rajin mencari informasi. Semua sudah disediakan, tinggal dibaca dan dipahami. Jangan sampai kehilangan kesempatan hanya karena malas mencari tahu,” katanya.
Kesra Kaltim menyiapkan langkah tambahan berupa peningkatan sosialisasi dan layanan konsultasi teknis menjelang pembukaan pendaftaran beasiswa periode berikutnya. Pemerintah berharap, dengan pemahaman yang lebih baik, mahasiswa dapat menghindari kesalahan sepele dan lebih banyak yang lolos seleksi.
Program Beasiswa Gratispol sendiri merupakan komitmen Pemprov Kaltim untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas SDM di seluruh kabupaten/kota.
Tim Redaksi/60/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

