Portalborneo.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat layanan kesehatan melalui Program JOSPOL (Jaminan Optimalisasi Pelayanan Kesehatan dan Sosial).
Sejumlah prioritas tengah digenjot, mulai dari percepatan penanganan TBC, percepatan penurunan stunting, hingga pembangunan rumah sakit baru di beberapa daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Dr. Jaya Mualimin, menyebut JOSPOL menjadi payung utama transformasi layanan kesehatan di Kaltim.
“Pelayanan kesehatan kita sekarang diarahkan untuk optimal dan merata. Semua sedang kita kejar dalam Jospol, termasuk pembangunan sarana baru,” kata Dr. Jaya.
Per Oktober 2025, capaian penemuan kasus TBC di Kaltim baru mencapai 56%.
“Dari estimasi 21 ribu kasus, kemungkinan hanya 18 ribu yang ada. Kalau kita sudah temukan 15–16 ribu kasus, itu sudah realistis,” ujarnya.
Program TBC yang masuk prioritas Jospol meliputi; Peningkatan screening, Enrollment untuk memastikan pasien TBC langsung masuk pengobatan, Pencegahan drop out agar tidak terjadi resistensi obat, Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kelompok berisiko.
Dr. Jaya menegaskan TBC masih sangat berbahaya.
“Hampir 300 warga Kaltim meninggal akibat TBC sampai Desember ini,” jelasnya.
Lanjut, dalam kerangka Jospol, Kaltim meraih penghargaan nasional atas keberhasilan menjalankan 11 intervensi spesifik penurunan stunting. Di antara program tersebut ialah:
Tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil, Screening anemia, ANC minimal 6 kali, ASI eksklusif, PMT untuk ibu hamil KEK dan balita, Pengobatan gizi buruk, Vaksinasi, Peningkatan timbangan balita di atas 90%, Inisiasi menyusu dini dan vitamin A, Stop BABS.
“Ini kado untuk HKN ke-61. Intervensi ini yang mendorong penurunan stunting kita secara nasional,” ujar Dr. Jaya.
Ia menambahkan, pencegahan stunting dilakukan untuk seluruh sasaran, bukan hanya anak yang sudah mengalami gizi buruk.
“Konsepnya memastikan semua ibu hamil, ibu menyusui, dan anak mendapat asupan yang cukup,” katanya.
Jospol juga memuat agenda besar pembangunan infrastruktur kesehatan. Dr. Jaya menyebut ada tiga rumah sakit baru yang mulai dikerjakan hingga 2030:
-
Rumah Sakit di kawasan korporasi, Samarinda,
-
Rumah Sakit di Bongan,
-
Rumah Sakit di Kutai Mahulu – dibiayai APBN Kementerian Kesehatan.
“Tahun 2026 sebagian sudah selesai, dan keseluruhan ditarget rampung 2030,” ungkapnya.
Ia menegaskan pembangunan RS merupakan bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan yang menjadi inti Jospol.
Tim Redaksi/4/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

