Pemprov Kaltim Prioritaskan Perluasan Sekolah Rakyat Mulai 2026

Caption: Wagub Kaltim, Seno Aji. foto oleh humas pemprov kaltim.

Portalborneo.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) diperkirakan akan semakin memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis meningkatkan akses pendidikan pada 2026.

Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan pendidikan untuk wilayah yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau sekolah formal.

Seno menjelaskan, Sekolah Rakyat telah menunjukkan efektivitasnya sebagai jembatan pendidikan bagi masyarakat di daerah pinggiran. Di Kaltim, tiga titik Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda saat ini beroperasi sebagai bagian dari jaringan 165 titik di seluruh Indonesia. Lebih dari 16.000 anak tercatat telah menerima layanan pendidikan melalui program tersebut.

Berita Lainnya:  DPRD Kaltim Gencar Reses Serap Aspirasi Masyarakat

Melihat urgensi dan dampak positifnya, pemerintah pusat menargetkan penambahan 100 titik Sekolah Rakyat baru pada 2026, dan Kaltim disebut berada dalam daftar prioritas penambahan fasilitas tersebut. Pemprov pun mengajukan pembangunan sekolah permanen di dua lokasi strategis, yaitu Sambutan (Kota Samarinda) dan Muara Jawa (Kutai Kartanegara).

Menurut Seno, usulan ini merupakan respons atas kebutuhan pendidikan yang terus meningkat seiring pertumbuhan populasi dan penyebaran permukiman pada wilayah pinggiran. Tidak hanya itu, sejumlah daerah lain seperti Berau, Bontang, kawasan pesisir, hingga pedalaman juga masuk daftar tambahan usulan pembangunan.

“Kami ingin memastikan semua kabupaten/kota memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan Sekolah Rakyat. Terima kasih untuk dukungan pemerintah pusat yang terus memperhatikan Kaltim,” ujar Seno.

Ia juga menekankan bahwa perluasan Sekolah Rakyat akan berbasis data yang lebih akurat. Pemerintah kini memanfaatkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSen) untuk memetakan kebutuhan wilayah, menentukan prioritas lokasi, dan menyusun kebijakan pendidikan yang lebih inklusif.

Berita Lainnya:  Ananda Emira Moeis Soroti Rendahnya Realisasi Anggaran OPD Kaltim

Sejalan dengan itu, Pemprov Kaltim juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui program pemetaan bakat atau talent mapping yang mulai diterapkan pada siswa SMA melalui program BMK yang dikelola ESP. Melalui program ini, siswa dibimbing mengenali minat dan potensi sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kami ingin anak-anak Kaltim tidak hanya mendapatkan akses sekolah, tetapi juga memiliki arah minat yang jelas. Ini penting untuk membentuk SDM unggul dalam jangka panjang,” tambah Seno.

Selain Sekolah Rakyat, Pemprov telah memulai tahap perintisan tiga sekolah unggulan di SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 3 Tenggarong Kutai Kartanegara, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara Kutai Timur. Pemerintah menargetkan setiap daerah memiliki setidaknya satu sekolah unggulan sebagai pusat pengembangan kualitas SDM.

Berita Lainnya:  Pengukuhan Pengurus DADKT 2024-2029, Perkuat Komitmen Berdayakan Suku Dayak dan Jaga Kondusivitas Kaltim

Seno menegaskan bahwa perluasan Sekolah Rakyat menjadi fondasi penting untuk menciptakan pemerataan pendidikan dan mendukung visi besar Kaltim menuju generasi emas.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Kaltim yang tertinggal dari akses pendidikan. Ini komitmen jangka panjang kami,” tutupnya.

Tim Redaksi/37/Riska/ADV/Diskominfo/Kaltim

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.