Peringatan BPBD Kutim: Waspada Banjir dan Karhutla di Musim Pancaroba

Portalborneo.id, Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini memasuki masa pancaroba, di mana beberapa wilayahnya mulai diguyur hujan deras, sementara area lainnya masih menghadapi musim kemarau.

Menanggapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di kedua musim tersebut.

Ancaman bencana di Kutai Timur memang terbagi menjadi dua ekstrem yang berulang setiap tahunnya. Bencana tersebut adalah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi saat kemarau panjang, dan bencana banjir yang mengintai ketika memasuki musim penghujan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan bahwa dominasi dua jenis bencana ini sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis Kabupaten Kutai Timur. Kawasan ini masih memiliki banyak hutan asli, perkebunan kelapa sawit yang luas, serta dialiri banyak sungai yang terhubung langsung dengan laut.

Berita Lainnya:  DPRD Kutim Usulkan Total 32 Rancangan Perda Tahun 2024

Naim menyebut bahwa dalam kurun waktu tahun berjalan ini, bencana terparah melanda satu wilayah spesifik. “Tahun 2025 ini, diantara 18 kecamatan di Kutai Timur, bencana paling besar terjadi di Kecamatan Bengalon, baik karhutla maupun banjir,” ujar Naim, saat ditemui di ruangannya, Senin (10/11/2025).

Dengan dimulainya musim hujan di beberapa daerah penyangga seperti Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, masyarakat di wilayah-wilayah ini diimbau untuk lebih siaga terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan. Peningkatan kewaspadaan ini menjadi kunci untuk meminimalkan kerugian akibat bencana.

Berita Lainnya:  Puji Apresiasi Kehadiran Yayasan Kanker Indonesia di Samarinda

BPBD Kutim juga mengklaim telah melakukan penyebaran informasi dan imbauan secara proaktif kepada masyarakat melalui jalur kecamatan dan desa. Surat imbauan waspada Karhutla (musim kemarau) telah disebarkan sejak Juli 2025, dan disusul surat imbauan waspada banjir (musim penghujan) pada September 2025.

Selain upaya internal, BPBD Kutim meminta masyarakat agar aktif mengikuti perkembangan informasi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini dianggap penting untuk memprediksi dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan cuaca yang ekstrem.

Naim juga menekankan peran penting masyarakat dalam pencegahan bencana banjir lokal yang sering kali diakibatkan oleh perilaku yang tidak ramah lingkungan. Ia menyoroti praktik pembuangan sampah sembarangan dan kesalahan dalam pembangunan properti.

Berita Lainnya:  TPA Baru Perlu Anut Sistem Pemilahan Jenis Sampah

“Yang tak kalah penting, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, apabila masyarakat ingin membangun rumah, paling tidak aliran air tidak tertutupi oleh timbunan material bangunan,” jelasnya.

Imbauan ini disampaikan mengingat banyak kasus banjir yang terjadi karena adanya sumbatan atau hambatan pada saluran air alami. Pembangunan atau penimbunan yang menutup saluran air akan sangat berpotensi memicu genangan atau banjir yang merugikan.

“Sebab, dengan tertutupnya aliran air, kemungkinan dapat dikawatirkan menghambat aliran air dan menyebabkan banjir,” pungkasnya. (ADV)

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait

.